Kebutuhan Bioenergi Terus Meningkat, RI Punya Lahan dan Bahan Baku Melimpah
Rabu, 11 November 2020 - 04:43 WIB
loading...
Potensi pengembangan bioenergi di Indonesia sangat besar. Indonesia memiliki potensi lahan dan bahan baku melimpah, limbah industri yang bisa diolah, SDM dan Sumber Daya Alam (SDA). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian berkomitmen mendorong pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) , baik yang berasal dari kelapa sawit maupun komoditas lainnya. Selain dapat mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM), keberadaan energi terbarukan juga akan meningkatkan daya saing petani.
“Targetnya, bisa menjadikan Indonesia sebagai produsen bioenergi yang mampu memasok kebutuhan Indonesia, Jepang, dan dunia,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartato di Jakarta, Selasa (10/11/2020).
(Baca Juga: Cadangan Energi Fosil Kian Tipis, Beralih ke EBT Jadi Mutlak )
Dia menerangkan, bahwa kebutuhan bioenergi Indonesia, Jepang, dan dunia terus meningkat. Sebagai informasi, penggunaan EBT Indonesia saat ini mencapai 9,5%, sedangkan pada tahun 2025 ditargetkan sebesar 23% dan tahun 2050 sebesar 31%.
Sementara Jepang menargetkan pemakaian EBT sebesar 22-24% dari seluruh kebutuhan energinya, hingga tahun 2030. Negara ini akan melakukan penggantian 100 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara dengan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm).
“Targetnya, bisa menjadikan Indonesia sebagai produsen bioenergi yang mampu memasok kebutuhan Indonesia, Jepang, dan dunia,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartato di Jakarta, Selasa (10/11/2020).
(Baca Juga: Cadangan Energi Fosil Kian Tipis, Beralih ke EBT Jadi Mutlak )
Dia menerangkan, bahwa kebutuhan bioenergi Indonesia, Jepang, dan dunia terus meningkat. Sebagai informasi, penggunaan EBT Indonesia saat ini mencapai 9,5%, sedangkan pada tahun 2025 ditargetkan sebesar 23% dan tahun 2050 sebesar 31%.
Sementara Jepang menargetkan pemakaian EBT sebesar 22-24% dari seluruh kebutuhan energinya, hingga tahun 2030. Negara ini akan melakukan penggantian 100 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara dengan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm).
Lihat Juga :