Mendag: Kerjasama Dagang 15 Negara Bisa Dongkrak PDB 0,05%
Kamis, 12 November 2020 - 00:35 WIB
loading...
Mendag Agus Suparmanto. Foto/Dok Kemendag
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto menyampaikan bahwa perundingan Perjanjian Kerjasama Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) sudah disepakati.
Rencananya kesepakatan itu akan ditandatangani oleh 10 negara ASEAN dan 5 di kawasan Asia-Pasifik pada 15 November 2020. "RCEP ini akan ditandatangani beberapa hari ke depan," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (11/11/2020).
(Baca juga: Para Pejabat Negara ASEAN Bertemu Bahas Pemulihan Ekonomi Dampak Pandemi )
Agus mengungkapkan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat mendorong ekspor dan investasi, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Selain itu juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, dan berpotensi mendorong PDB (Produk Domestik Bruto) pada 2021-2032 naik sekitar 0,05%. Kalau tidak ada RCEP akan turun 0,07%," ungkapnya.
Rencananya kesepakatan itu akan ditandatangani oleh 10 negara ASEAN dan 5 di kawasan Asia-Pasifik pada 15 November 2020. "RCEP ini akan ditandatangani beberapa hari ke depan," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (11/11/2020).
(Baca juga: Para Pejabat Negara ASEAN Bertemu Bahas Pemulihan Ekonomi Dampak Pandemi )
Agus mengungkapkan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat mendorong ekspor dan investasi, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Selain itu juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, dan berpotensi mendorong PDB (Produk Domestik Bruto) pada 2021-2032 naik sekitar 0,05%. Kalau tidak ada RCEP akan turun 0,07%," ungkapnya.
Lihat Juga :