Vaksin Corona Kian Mendekat, Industri Properti Bakal Menggeliat
Jum'at, 13 November 2020 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
“Pasar saham melonjak ke rekor tertinggi, kita tahu ini terjadi setelah Pfizer dan BioNTech mengumumkan bahwa vaksin virus corona yang mereka buat 90%efektif. Karena itu tahun 2021 adalah saatnya para pelaku industri properti bangkit, seperti macan turun gunung,” katanya.
Heintje Mogi, Mortgage Business and Indirect Auto Group Head CIMB Niaga, menuturkan, semasa Covid-19 ini, CIMB Niaga melakukan berbagai inovasi untuk bisa bertahan dari badai covid-19. Meski target tertekan, namun kredit properti CIMB Niaga bisa tetap tumbuh.
“Saya ajak tim saya untuk tidak hanya berfikir out of the box tetapi no box, bahkan kita di CIMB tidak ikut trend tetapi melawan trend itu. Ini pula yang menjadikan CIMB niaga bisa tumbuh 7,9% year on year (yoy) di masa Covid-19,” ujarnya.
Diakui, target penyaluran kredit properti yang mencapai Rp11,5 triliun sampai dengan akhir tahun ini sulit tercapai. Namun keberhasilan pertumbuhan yang mencapai 7,9 % yoy, merupakan pencapai yang sangat baik di tahun Covid-19.
Pengamat dari Epic Property, M. Gali Ade Novrans mengatakan, dampak pandemi Covid-19 membuat industri properti sedikit kontraksi di awal. Namun naik terus hingga Oktober. Selain itu, lanjutnya, Covid-19 telah secara tidak langsung mempercepat transporasi industri properti dari konvensional ke dunia digital.
“Pada project yang dikelola epik angka pertumbuhannya mencapai 28 hingga 30%. Transaksi properti baik primer maupun sekunder trendnya terus meningkat, ” ujarnya.
Ditambahkan, masa Covid-19 bisa menjadi pelajaran tersendiri bagi industri properti bagaimana bertahan, beradaptasi dan harus bisa berinovasi. Menurutnya tahun 2021 semua industri akan bangkit sering ditemukannya vaksin corona.
Heintje Mogi, Mortgage Business and Indirect Auto Group Head CIMB Niaga, menuturkan, semasa Covid-19 ini, CIMB Niaga melakukan berbagai inovasi untuk bisa bertahan dari badai covid-19. Meski target tertekan, namun kredit properti CIMB Niaga bisa tetap tumbuh.
“Saya ajak tim saya untuk tidak hanya berfikir out of the box tetapi no box, bahkan kita di CIMB tidak ikut trend tetapi melawan trend itu. Ini pula yang menjadikan CIMB niaga bisa tumbuh 7,9% year on year (yoy) di masa Covid-19,” ujarnya.
Diakui, target penyaluran kredit properti yang mencapai Rp11,5 triliun sampai dengan akhir tahun ini sulit tercapai. Namun keberhasilan pertumbuhan yang mencapai 7,9 % yoy, merupakan pencapai yang sangat baik di tahun Covid-19.
Pengamat dari Epic Property, M. Gali Ade Novrans mengatakan, dampak pandemi Covid-19 membuat industri properti sedikit kontraksi di awal. Namun naik terus hingga Oktober. Selain itu, lanjutnya, Covid-19 telah secara tidak langsung mempercepat transporasi industri properti dari konvensional ke dunia digital.
“Pada project yang dikelola epik angka pertumbuhannya mencapai 28 hingga 30%. Transaksi properti baik primer maupun sekunder trendnya terus meningkat, ” ujarnya.
Ditambahkan, masa Covid-19 bisa menjadi pelajaran tersendiri bagi industri properti bagaimana bertahan, beradaptasi dan harus bisa berinovasi. Menurutnya tahun 2021 semua industri akan bangkit sering ditemukannya vaksin corona.
Lihat Juga :