Konsumsi Belum Kembali, Pehobi Tanaman Hias dan Sepeda Ikut Bantu Ekonomi

Sabtu, 14 November 2020 - 20:15 WIB
loading...
Konsumsi Belum Kembali,...
Membeludaknya pembeli sepeda dan tanaman hias selama pandemi turut membantu mendongkrak konsumsi dan menggerakkan ekonomi. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi di kuartal III/2020 masih mengalami kontraksi, meski sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya konsumsi rumah tangga .

Hal ini karena kelas menengah masih menahan belanja, sehingga konsumsi di kuartal III/2020 tercatat -4,04%. Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Hidayat Amir mengatakan, meskipun masih rendah, namun ada beberapa orang yang masih aktif belanja.

(Baca Juga: Kerja Berat Dongkrak Konsumsi di Tengah Pandemi dan Resesi)

Bahkan, sambung dia, ada beberapa produk yang laris manis terbeli selama masa pandemi. Contohnya adalah sepeda dan tanaman hias yang menjadi hobi baru masyarakat di masa pandemi. Menurutnya, hobi baru itu menjadi hal positif karena bisa mendorong konsumsi.

"Solusinya gimana? Solusinya tadi, cari titik temu, kalau kesehatan belum pulih. Sekarang konsumsinya cari-cari, beli sepeda baru, beli tanaman, bunga, tapi itu temporary-lah. Kalau situasi sudah baik bisa jalan-jalan ke bioskop lagi, hotel, liburan," ujarnya dalam diskusi virtual, Sabtu (14/11/2020).

Menurut Hidayat, kelas menengah atas masih menahan konsumsi karena situasi yang juga belum kembali normal. Itu berarti kelas menengah saat ini lebih memilih untuk menyimpan uangnya. Adapun uang yang biasanya dikeluarkan kelas menengah atas untuk berbelanja, kini lebih banyak untuk ditabung. Tak heran jika Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan nasional tumbuh hingga 11% di Agustus 2020.

(Baca Juga: Konsumsi Rendah, BI Akui Banyak Dana Mengendap di Bank)

"Orang enggak lagi makan di restoran, ada tapi enggak sebanyak biasanya, pola itu jadi sangat terbatas. Sehingga kelas menengah atas tertahan konsumsinya, uangnya tertinggal di perbankan jadi saving. Makanya indikator DPK meningkat," jelasnya.

Sedangkan untuk golongan menengah bawah, justru lebih memilih untuk menghabiskan uang untuk konsumsi. Mengingat, pemerintah juga memberikan berbagai macam bantuan dari mulai Bantuan Langsung Tunai (BLT) berupa uang cash atau bantuan sosial berupa sembako.

"Kelas bawah saya bisa yakinkan orang-orang menengah bawah justru mendapatkan bantuan. Jadi konsumsi mereka bisa teap tumbuh," kata Hidayat.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Gaji ke-13 Sudah Cair...
Gaji ke-13 Sudah Cair ke 5,5 Juta Penerima, Pemerintah Kucurkan Rp24,05 Triliun
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Kawin Silang JLR dan...
Kawin Silang JLR dan Chery: Freelander 8 Lahir, Eropa Ketar-ketir!
Momen Pelimpahan Roy...
Momen Pelimpahan Roy Suryo ke Kejaksaan, Sempat Adu Mulut Tolak Pakai Baju Tahanan
Dilimpahkan ke Kejari...
Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Roy Suryo: Allahu Akbar, Terus Semangat!
Berita Terkini
Pascapemadaman Listrik...
Pascapemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, PLN Update Kondisi Perbaikan
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
Pergantian Direksi Disorot,...
Pergantian Direksi Disorot, Mampukah Kejayaan Pelni Kembali?
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Harga Emas Malas Bergerak...
Harga Emas Malas Bergerak di Posisi Rp2.668.000 per Gram, Intip Daftar Lengkapnya
Dibayangi Outflow Rp4,5...
Dibayangi Outflow Rp4,5 Triliun, IHSG Pekan Ini Diprediksi Bergerak Fluktuatif
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved