Hati-hati Melangkah dalam Perdagangan Bebas ASEAN Plus, Bisa-bisa RI Cuman Jadi Pasar
Senin, 16 November 2020 - 12:32 WIB
loading...
A
A
A
Agus menyebut kesepakatan ini akan meningkatkan ekspor sebesar 8-11% dan menarik investasi 18 hingga 22%. Semua itu akan terjadi dalam lima tahun. “Itu masih angan-angan. Belum ada sampai hari ini. Apa coba barangnya? Wong neraca perdagangan kita masih deficit. Apalagi omnibus law masih bermasalah dan dibawa ke MK,” tuturnya.
(Baca Juga: Perdagangan Bebas ASEAN Plus Disepakati, Apindo: Persaingan Makin Sengit! )
Politis Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu setuju bahwa Indonesia sebagai negara berkembang membutuhkan investasi. Menurutnya, investasi akan datang jika ada kepercayaan dari negara lain terhadap Indonesia. Di sisi lain, pemerintah perlu untuk memikirkan dan membangun kemandirian industri dalam negeri sehingga tidak tergantung terhadap negara lain.
“Jangan bangga dengan investasi. Kita memang butuh investasi, tetapi membangun kemandirian industri (penting). Itu titik tolak (kebangkitan) dari situ. Jangan sampai kita menjadi pasar orang lain. Saya kok tidak yakin dengan Analisa seperti itu (RCEP menguntungkan) dengan ekonomi dunia seperti ini,” pungkasnya.
(Baca Juga: Perdagangan Bebas ASEAN Plus Disepakati, Apindo: Persaingan Makin Sengit! )
Politis Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu setuju bahwa Indonesia sebagai negara berkembang membutuhkan investasi. Menurutnya, investasi akan datang jika ada kepercayaan dari negara lain terhadap Indonesia. Di sisi lain, pemerintah perlu untuk memikirkan dan membangun kemandirian industri dalam negeri sehingga tidak tergantung terhadap negara lain.
“Jangan bangga dengan investasi. Kita memang butuh investasi, tetapi membangun kemandirian industri (penting). Itu titik tolak (kebangkitan) dari situ. Jangan sampai kita menjadi pasar orang lain. Saya kok tidak yakin dengan Analisa seperti itu (RCEP menguntungkan) dengan ekonomi dunia seperti ini,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :