Ssst...! Demi Beli Sukuk, Kaum Perempuan Rela Kurangi Uang Belanja?
Rabu, 18 November 2020 - 21:42 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini juga sedang berlangsung penjualan instrumen surat utang ritel Sukuk Tabungan seri ST007. Seri ST007 merupakan instrumen yang tidak dapat diperdagangkan atau non-tradable sehingga minat investor tidak sebesar pada seri lainnya. Di sisi lain, ST007 juga merupakan instrumen surat utang ritel terakhir yang terbit tahun ini sehingga pemerintah tidak muluk memasang target besar dari penerbitan instrumen ini.
Sebelum ST007, sepanjang tahun ini pemerintah telah menerbitkan lima surat negara berharga ritel yakni SBR009, SR012, ORI017, SR013, ORI018, dengan total pemesanan mencapai sekitar Rp137,69 triliun.
Dari total enam instrumen ritel yang dirilis pemerintah, empat di antaranya adalah seri yang dapat diperdagangkan (tradable), sedangkan dua lainnya yakni SBR009 serta ST007 merupakan seri yang tak dapat diperdagangkan. Lebih lanjut, Dwi mengatakan pandemi yang terjadi tahun ini membuat DJPPR memilih strategi yang berbeda dibandingkan tahun lalu, yang mana pada 2019 pemerintah menerbitkan 10 instrumen ritel dengan mayoritas instrumen bersifat non-tradable.( Baca juga:Bikin Betah Ngecuit, Twitter Resmi Hadirkan Fitur Story )
Dwi menuturkan, pandemi Covid19 menyebabkan banyak orang menunda rencana pengeluaran, baik untuk melakukan perjalanan, belanja, hingga menghelat acara keluarga seperti pernikahan, sehingga banyak dana siaga. Dengan holding periode yang relatif singkat, yakni dua bulan sejak tanggal settlement, masyarakat yang menaruh dananya di instrumen ritel akan mudah menjual kembali instrumennya ketika akan melanjutkan rencana yang tertunda akibat pandemi.
“Ternyata strategi ini cukup valid, terbukti sekarang aktivitas mulai jalan lagi, umrah juga mulai berangkat lagi. Jadi kita terbitkan ini bukan hanya untuk pemenuhan target kita tapi benar-benar menyediakan instrumen investasi yang pas tapi aman buat masyarakat,” ujarnya.
Sebelum ST007, sepanjang tahun ini pemerintah telah menerbitkan lima surat negara berharga ritel yakni SBR009, SR012, ORI017, SR013, ORI018, dengan total pemesanan mencapai sekitar Rp137,69 triliun.
Dari total enam instrumen ritel yang dirilis pemerintah, empat di antaranya adalah seri yang dapat diperdagangkan (tradable), sedangkan dua lainnya yakni SBR009 serta ST007 merupakan seri yang tak dapat diperdagangkan. Lebih lanjut, Dwi mengatakan pandemi yang terjadi tahun ini membuat DJPPR memilih strategi yang berbeda dibandingkan tahun lalu, yang mana pada 2019 pemerintah menerbitkan 10 instrumen ritel dengan mayoritas instrumen bersifat non-tradable.( Baca juga:Bikin Betah Ngecuit, Twitter Resmi Hadirkan Fitur Story )
Dwi menuturkan, pandemi Covid19 menyebabkan banyak orang menunda rencana pengeluaran, baik untuk melakukan perjalanan, belanja, hingga menghelat acara keluarga seperti pernikahan, sehingga banyak dana siaga. Dengan holding periode yang relatif singkat, yakni dua bulan sejak tanggal settlement, masyarakat yang menaruh dananya di instrumen ritel akan mudah menjual kembali instrumennya ketika akan melanjutkan rencana yang tertunda akibat pandemi.
“Ternyata strategi ini cukup valid, terbukti sekarang aktivitas mulai jalan lagi, umrah juga mulai berangkat lagi. Jadi kita terbitkan ini bukan hanya untuk pemenuhan target kita tapi benar-benar menyediakan instrumen investasi yang pas tapi aman buat masyarakat,” ujarnya.
(uka)
Lihat Juga :