Ma'ruf Amin Wanti-wanti Jangan Sampai RI Alami Krisis Ganda

loading...
Maruf Amin Wanti-wanti Jangan Sampai RI Alami Krisis Ganda
Wakil Presiden Maruf Amin. Foto/Dok SINDOphoto
JAKARTA - Pandemi virus Corona (Covid-19) menimbulkan krisis pada perekonomian Indonesia. Dalam krisis ekonomi ini, salah sektor yang paling terdampak adalah sektor rill, sementara untuk sektor keuangan (finansial) masih aman.

Oleh karena itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengingatkan bahwa krisis di sektor riil ini perlu ditangani dengan sungguh-sungguh. Sehingga, krisis yang terjadi di sektor ril ini tidak menular ke finansial.

“Bila terjadi krisis ganda, yakni krisis di sektor riil dan krisis di sektor finansial, maka pemulihan akan menjadi lebih panjang,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (19/11/2020).

(baca juga: Cerita Dilema Sri Mulyani Hadapi Krisis Ekonomi RI di Tengah Pandemi )



Beranjak dari pemikiran tersebut, pemerintah menegaskan sekaligus berupaya keras untuk mencegah krisis di sektor riil. Sehingga krisis di sektor rill ini tidak menjalar ke sektor keuangan. “Pada awal masa pandemi Covid-19, dengan cepat pemerintah melakukan refocusing dan realokasi APBN Tahun Anggaran 2020,” ucapnya.

Wapres memaparkan, berbagai stimulus diberikan oleh pemerintah dalam upaya menggairahkan kembali sektor rill. Misalnya, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp695,2 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

(baca juga: Duh. Realisasi Anggaran PEN Baru 55,5% )



Adapun rinciannya adalah untuk penanganan kesehatan Rp97,26 triliun, untuk perlindungan sosial Rp234,33 triliun, untuk dukungan UMKM Rp114,81 triliun, untuk dukungan korporasi Rp62,22 triliun, untuk insentif usaha termasuk pengurangan pajak Rp120,6 triliun, dan untuk dukungan kepada pemerintah daerah dan sektoral dialokasikan Rp65,97 triliun.

“Dari jumlah tersebut, lebih dari Rpl411 triliun atau lebih dari 60 persen dialokasikan untuk menjaga tingkat kesejahteraan rumah tangga, Usaha Mikro dan Kecil (UMK), dan korporasi. Selain itu juga diberikan berbagai insentif lainnya termasuk keringanan pajak yang jumlahnya lebih dari Rp120 tiliun,” jelasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top