Dipicu Pandemi, Penjualan Produk IKM Fesyen Muslim Anjlok 80%
Senin, 11 Mei 2020 - 09:27 WIB
loading...
A
A
A
Head of Public Policy and Government Relations Shopee Radityo Triatmojo mengatakan, dengan kerja sama dan kenaikan kunjungan pengguna Shoppe hingga 25 kali lipat ini diharapkan bisa menjadi kesempatan bagi para IKM untuk mendapatkan lagi pasarnya. “Kami bersama pemerintah menyediakan kesempatan dengan kampanye ini, serta mengoptimalisasi IKM dan menjaga daya beli masyarakat sehingga ekonomi tak terbengkalai,” katanya.
Dia menyebut, pengumpulan produk fesyen muslim telah mencapai hingga tiga kali lipat dari yang biasa karena penjual yang terdampak dengan kondisi saat ini sehingga beralih ke platform online.
Hal itu diamini Vice President Brand Elzatta and Dauky, Tika Latifa. Tika mengatakan pandemi merupakan situasi tak mudah bagi pelaku bisnis. “Dua bulan menjelang Ramadan, biasanya merupakan periode panen rayanya Elzatta. Tapi, dengan kondisi ini kami tak bisa visited store dan harus beralih ke online,” katanya.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta masyarakat agar selalu mendukung IKM dengan membeli produk mereka, termasuk produk busana muslim. Sebab, hal ini akan berdampak besar ke sektor pendukungnya termasuk penjahit, logistik, dan lainnya. “Pada akhirnya, akan menjaga ketahanan ekonomi di tengah kondisi Covid-19 dan menghindari PHK,” kataya.
Industri fesyen muslim yang juga merupakan bagian dari industri pakaian telah berkontribusi besar terhadap perekonomian dalam negeri. Kemenperin mencatat, kinerja ekspor industri pakaian jadi sepanjang tahun 2019 mencapai USD8,3 miliar. Sementara pada periode Januari hingga Februari tahun 2020 ekspor industri pakaian senilai USD1,38 miliar. (Sudarsono)
Dia menyebut, pengumpulan produk fesyen muslim telah mencapai hingga tiga kali lipat dari yang biasa karena penjual yang terdampak dengan kondisi saat ini sehingga beralih ke platform online.
Hal itu diamini Vice President Brand Elzatta and Dauky, Tika Latifa. Tika mengatakan pandemi merupakan situasi tak mudah bagi pelaku bisnis. “Dua bulan menjelang Ramadan, biasanya merupakan periode panen rayanya Elzatta. Tapi, dengan kondisi ini kami tak bisa visited store dan harus beralih ke online,” katanya.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta masyarakat agar selalu mendukung IKM dengan membeli produk mereka, termasuk produk busana muslim. Sebab, hal ini akan berdampak besar ke sektor pendukungnya termasuk penjahit, logistik, dan lainnya. “Pada akhirnya, akan menjaga ketahanan ekonomi di tengah kondisi Covid-19 dan menghindari PHK,” kataya.
Industri fesyen muslim yang juga merupakan bagian dari industri pakaian telah berkontribusi besar terhadap perekonomian dalam negeri. Kemenperin mencatat, kinerja ekspor industri pakaian jadi sepanjang tahun 2019 mencapai USD8,3 miliar. Sementara pada periode Januari hingga Februari tahun 2020 ekspor industri pakaian senilai USD1,38 miliar. (Sudarsono)
(ysw)
Lihat Juga :