Hadiri FGD Kemenperin, Jababeka Cerita Tantangan dan Progres Dekarbonisasi
Rabu, 18 September 2024 - 10:44 WIB
loading...
Jababeka Infrastruktur menghadiri FGD Analisa Peluang dan Tantangan Pembentukan Net Zero Industrial Park (NZIP) yang digelar Kemenperin di Jakarta. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Jababeka Infrastruktur menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Analisa Peluang dan Tantangan Pembentukan Net Zero Industrial Park (NZIP) yang digelar Kementerian Perindustrian ( Kemenperin ) di Jakarta. Dalam forum diskusi tersebut, anak perusahaan PT Jababeka Tbk ini menceritakan progres dekarbonisasi Kawasan Industri Jababeka.
Diskusi ini dihadiri berbagai narasumber yang membahas berbagai topik terkait pengembangan kawasan industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Materi pertama disampaikan Andriah Feby Misna, Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dari Kementerian ESDM. Baca juga: Jababeka Targetkan Tanam 50.000 Mangrove di Muaragembong
Dia membahas tentang pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Energi Baru dan Terbarukan (PLT EBT) dengan skema Rebid. Tantangan utama dalam pengembangan ini adalah integrasi program Rebid dalam program nasional Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Termasuk sinkronisasi program pendukung kawasan industri dan pelaksanaan fasilitas pendukung di kawasan tersebut.
Materi kedua disampaikan M Denny Fardhan, perwakilan UNIDO di Jakarta, Timor Leste, dan ASEAN Affairs. Tema yang dibahas adalah Eco-Industrial Park: Concept, Progress, Opportunities, and Challenges. Denny menjelaskan beberapa indikator utama untuk menjadi Eco-Industrial Parks 2.0.
Termasuk manajemen dan pemantauan, sistem manajemen energi (EMS/EnMS) yang berfungsi. Juga sistem pengukuran dan pemantauan energi untuk mengidentifikasi peluang efisiensi energi di tingkat kawasan dan perusahaan guna mengurangi penggunaan energi dan emisi gas rumah kaca.
Diskusi ini dihadiri berbagai narasumber yang membahas berbagai topik terkait pengembangan kawasan industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Materi pertama disampaikan Andriah Feby Misna, Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dari Kementerian ESDM. Baca juga: Jababeka Targetkan Tanam 50.000 Mangrove di Muaragembong
Dia membahas tentang pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Energi Baru dan Terbarukan (PLT EBT) dengan skema Rebid. Tantangan utama dalam pengembangan ini adalah integrasi program Rebid dalam program nasional Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Termasuk sinkronisasi program pendukung kawasan industri dan pelaksanaan fasilitas pendukung di kawasan tersebut.
Materi kedua disampaikan M Denny Fardhan, perwakilan UNIDO di Jakarta, Timor Leste, dan ASEAN Affairs. Tema yang dibahas adalah Eco-Industrial Park: Concept, Progress, Opportunities, and Challenges. Denny menjelaskan beberapa indikator utama untuk menjadi Eco-Industrial Parks 2.0.
Termasuk manajemen dan pemantauan, sistem manajemen energi (EMS/EnMS) yang berfungsi. Juga sistem pengukuran dan pemantauan energi untuk mengidentifikasi peluang efisiensi energi di tingkat kawasan dan perusahaan guna mengurangi penggunaan energi dan emisi gas rumah kaca.
Lihat Juga :