Ketika Mayoritas Industri Manufaktur Loyo, Kinerja Mark Dynamics Justru Perkasa
Kamis, 19 November 2020 - 23:45 WIB
loading...
A
A
A
Budi mengutarakan, dalam rentang waktu Maret-April 2020 sejumlah pabrik, termasuk Mark Dynamics Indonesia hanya bisa memproduksi 50% dari total kapasitas barang. Hal ini menyebabkan adanya penurunan kinerja perusahaan. Namun begitu, kinerja emiten kembali menggeliat saat kebijakan lockdown dicabut otoritas setempat.
"Pada saat Maret-April terjadi lockdown di Malaysia, karena kita ekspor ke Malaysia tapi kita beruntung karena lockdown di Malaysia selesai di bulan April dan Mei. Pada masa lockdown pabrik-pabrik di Malaysia itu hanya bisa memproduksi 50% dari kapasitas, jadi ada penurunan. Tapi setelah itu, kita juga boleh produksi full kapasitas lagi di bulan Mei," ujarnya. ( Baca juga:Mengerikan, Tabrakan Maut di Simalungun Korban Berserakan di Jalan )
Manajemen perseroan juga mencatat, pertumbuhan kinerjanya, berdampak positif bagi industri pendukung. Misalnya, transportasi dan perbankan. Untuk perbankan, pihaknya masih menerima kredit tambahan.
"Jadi kelihatan perusahaan kami tumbuh dan juga berdampak pada industri pendukung kami seperti transportasi, kredit perbankan juga masih kita terima. Justru di tahun ini kita ekspansi, kita menambah kredit perbankan lagi. Dan kita rencanakan pada awal 2021 kita bangun pabrik baru lagi," kata dia.
"Pada saat Maret-April terjadi lockdown di Malaysia, karena kita ekspor ke Malaysia tapi kita beruntung karena lockdown di Malaysia selesai di bulan April dan Mei. Pada masa lockdown pabrik-pabrik di Malaysia itu hanya bisa memproduksi 50% dari kapasitas, jadi ada penurunan. Tapi setelah itu, kita juga boleh produksi full kapasitas lagi di bulan Mei," ujarnya. ( Baca juga:Mengerikan, Tabrakan Maut di Simalungun Korban Berserakan di Jalan )
Manajemen perseroan juga mencatat, pertumbuhan kinerjanya, berdampak positif bagi industri pendukung. Misalnya, transportasi dan perbankan. Untuk perbankan, pihaknya masih menerima kredit tambahan.
"Jadi kelihatan perusahaan kami tumbuh dan juga berdampak pada industri pendukung kami seperti transportasi, kredit perbankan juga masih kita terima. Justru di tahun ini kita ekspansi, kita menambah kredit perbankan lagi. Dan kita rencanakan pada awal 2021 kita bangun pabrik baru lagi," kata dia.
(uka)
Lihat Juga :