Ketika Mayoritas Industri Manufaktur Loyo, Kinerja Mark Dynamics Justru Perkasa
Kamis, 19 November 2020 - 23:45 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk mencatat kinerja keuangan yang cemerlang di tengah pandemi Covid-19 . Saat mayoritas sektor industri manufaktur di Indonesia mengalami tekanan likuiditas, perseroan justru mencatat kenaikan pendapatan sebesar 40% pada kuartal III-2020.
Produsen sarung tangan kesehatan ini juga membukukan kenaikan laba bersih sebesar 37% pada awal semester II tahun ini. Di kuartal II 2020, pendapatan perseroan naik 20% dan laba bersih naik 15% dibandingkan dengan dua periode yang sama 2019.
Chief Financial Officer Mark Dynamics Budi Muharsyah mengatakan, kinerja positif yang dialami perseroan saat ini belum pernah terjadi sebelumnya. ( Baca juga:Emiten Alat Kesehatan Incar Pertumbuhan Laba Bersih Hingga 20% )
"Untuk Mark Dynamics sendiri, kondisi saat ini di kuartal II dan kuartal III kemarin menjadi kabar gembira. Kebetulan industri kami adalah industri yang berkaitan dengan kesehatan. Kami adalah pabrik yang memproduksi cetakan untuk sarung tangan kesehatan. Jadi justru dalam kondisi pandemi ini kita mengalami pertumbuhan yang belum pernah kita rasakan sebelumnya," ujar Budi dalam Webinar, IDX Channel, Kamis (19/11/2020).
Meski begitu, sepanjang kuartal I tahun ini, kinerja perseroan masih tercatat stagnan. Hal ini karena adanya kebijakan lockdown atau penguncian yang dilakukan Pemerintah Malaysia yang menjadi market size Mark Dynamics Indonesia.
Produsen sarung tangan kesehatan ini juga membukukan kenaikan laba bersih sebesar 37% pada awal semester II tahun ini. Di kuartal II 2020, pendapatan perseroan naik 20% dan laba bersih naik 15% dibandingkan dengan dua periode yang sama 2019.
Chief Financial Officer Mark Dynamics Budi Muharsyah mengatakan, kinerja positif yang dialami perseroan saat ini belum pernah terjadi sebelumnya. ( Baca juga:Emiten Alat Kesehatan Incar Pertumbuhan Laba Bersih Hingga 20% )
"Untuk Mark Dynamics sendiri, kondisi saat ini di kuartal II dan kuartal III kemarin menjadi kabar gembira. Kebetulan industri kami adalah industri yang berkaitan dengan kesehatan. Kami adalah pabrik yang memproduksi cetakan untuk sarung tangan kesehatan. Jadi justru dalam kondisi pandemi ini kita mengalami pertumbuhan yang belum pernah kita rasakan sebelumnya," ujar Budi dalam Webinar, IDX Channel, Kamis (19/11/2020).
Meski begitu, sepanjang kuartal I tahun ini, kinerja perseroan masih tercatat stagnan. Hal ini karena adanya kebijakan lockdown atau penguncian yang dilakukan Pemerintah Malaysia yang menjadi market size Mark Dynamics Indonesia.
Lihat Juga :