Transaksi Berjalan Surplus USD1 Miliar di Triwulan III/2020
Jum'at, 20 November 2020 - 13:12 WIB
loading...
Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi berjalan pada triwulan III/2020 surplus sebesar USD1 miliar (0,4% dari PDB). Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebutkan, transaksi berjalan pada triwulan III/2020 mencatat surplus ditopang oleh peningkatan surplus neraca barang. Pada triwulan III/2020 transaksi berjalan surplus sebesar USD1,0 miliar (0,4% dari PDB) setelah pada triwulan sebelumnya defisit sebesar USD2,9 miliar (1,2% dari PDB).
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan, surplus transaksi berjalan ditopang oleh surplus neraca barang seiring dengan perbaikan kinerja ekspor di tengah masih tertahannya kegiatan impor sejalan dengan permintaan domestik yang belum kuat.
(Baca Juga: Juara Nih! Sembilan Tahun Defisit, Transaksi Berjalan Mulai Surplus)
Sementara itu, defisit neraca jasa meningkat dipengaruhi oleh peningkatan defisit jasa perjalanan karena kunjungan wisatawan mancanegara yang masih rendah, serta peningkatan defisit jasa lainnya seperti jasa telekomunikasi, komputer, dan informasi seiring peningkatan impor jasa untuk kebutuhan penunjang aktivitas masyarakat yang lebih banyak dilakukan secara daring selama pandemi Covid-19.
"Sedangkan defisit neraca pendapatan primer meningkat, terutama didorong oleh pembayaran imbal hasil atas investasi langsung yang meningkat," kata Onny di Jakarta, Jumat (20/11/2020).
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako mengatakan, surplus transaksi berjalan ditopang oleh surplus neraca barang seiring dengan perbaikan kinerja ekspor di tengah masih tertahannya kegiatan impor sejalan dengan permintaan domestik yang belum kuat.
(Baca Juga: Juara Nih! Sembilan Tahun Defisit, Transaksi Berjalan Mulai Surplus)
Sementara itu, defisit neraca jasa meningkat dipengaruhi oleh peningkatan defisit jasa perjalanan karena kunjungan wisatawan mancanegara yang masih rendah, serta peningkatan defisit jasa lainnya seperti jasa telekomunikasi, komputer, dan informasi seiring peningkatan impor jasa untuk kebutuhan penunjang aktivitas masyarakat yang lebih banyak dilakukan secara daring selama pandemi Covid-19.
"Sedangkan defisit neraca pendapatan primer meningkat, terutama didorong oleh pembayaran imbal hasil atas investasi langsung yang meningkat," kata Onny di Jakarta, Jumat (20/11/2020).
Lihat Juga :