Kejayaan Industri Tekstil Tergerus Kebijakan Pemerintah dan Impor China

loading...
Kejayaan Industri Tekstil Tergerus Kebijakan Pemerintah dan Impor China
Foto/SINDOnews
JAKARTA - Industri tekstil Indonesia pernah menjadi primadona sektor manufaktur Tanah Air. Sektor tekstil adalah salah satu pencipta lapangan kerja dan kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi nasional . Meskipun ekonomi naik turun, tekstil tetap mengalami pertumbuhan yang stabil dari awal 1970-an hingga pertengahan 2000. ( Baca juga: Terabas Pandemi, Industri Baja Mampu Tumbuh 5,6% )

Namun sejak 2008, sektor ini mengalami keterpurukan, diterpa faktor internal dan eksternal. Secara internal, kebijakan perdagangan pemerintah yang tidak jelas, kenaikan upah dan biaya utilitas, kurangnya investasi baru mempengaruhi sektor ini. Secara eksternal, kebangkitan China sebagai pusat manufaktur utama berdampak buruk pada daya saing sektor tersebut karena barang-barang murah China membanjiri pasar domestik.

Director Asia Pacific Rayon Basrie Kamba mengatakan output sektor tekstil diperkirakan mencapai USD30 miliar per tahun, yang merupakan 2% dari pertumbuhan PDB dan 10% dari total output manufaktur. "Tetapi karena memetakan jalur baru ke depan, sektor tekstil berada di persimpangan jalan," ujar Basrie di Jakarta, Jumat (27/11/2020)

Saat ini industri menemukan dirinya berjuang untuk bertahan hidup. Investor baru merasa sulit untuk bersaing dalam lingkungan survival of the fittest. Banyak produsen tekstil jangka panjang mengalami penurunan output karena impor produk luar negeri yang lebih murah.



“Sektor tekstil merupakan industri yang sangat vital di Indonesia. Ke depan, jika sektor tekstil ingin kembali meraih kejayaannya, perlu ada perubahan mendasar dalam kebijakan pemerintah, terutama rezim perdagangan yang mendorong impor," katanya.

Industri juga membutuhkan dukungan mendesak dalam bentuk subsidi energi agar tetap kompetitif dan keringanan pajak. ( Baca juga: Rekor Lagi! Sehari Bertambah 5.828, Total 522.581 Orang Positif Covid-19 )

"Masih ada harapan masa depan untuk pasar domestik kelas menengah yang berkembang pesat di Indonesia sebagai peluang besar bagi produsen tekstil. Saat ini, " bebernya.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top