Terabas Pandemi, Industri Baja Mampu Tumbuh 5,6%

loading...
Terabas Pandemi, Industri Baja Mampu Tumbuh 5,6%
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat pelaku industri baja dalam negeri untuk turut memperkokoh sektor manufaktur Tanah Air.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Dirjen ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Taufiek Bawazier mengatakan, industri baja merupakan salah satu sektor yang tetap kokoh di tengah hantaman pandemi. Kinerjanya di kuartal II-2020 tumbuh 2,3% dan kembali meningkat di kuartal III menjadi 5,6%. ( Baca juga:Gegara Covid-19, Serapan Tenaga Kerja Industri Pengolahan Turun )

"Tentunya ini cukup membanggakan bagi kita semua. Dengan adanya investasi baru pada sektor baja, diharapkan akan semakin memperkuat kontribusinya pada perekonomian nasional," ujarnya, Jumat (27/11/2020).

Dia berharap penambahan investasi pada sektor industri baja terus berlanjut, sejalan dengan program substitusi impor. Pasalnya, beberapa produk hulu dari industri baja masih belum diproduksi di dalam negeri.



"Memang masih ada yang harus disubstitusi mulai dari hulu, seperti iron ore. Kemudian smelting harus tambah sampai lima kali lipat, karena selama ini berhenti sampai slab. Kemudian billet untuk memproduksi turunannya serta hot rolled coil (HRC) menjadi cold rolled coil (CRC)," papar Taufiek.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, adanya penambahan investasi pada industri baja menunjukkan bahwa produktivitas industri baja dalam negeri tetap bergairah. Investasi juga menandakan permintaan atau demand pada sektor tersebut masih tumbuh. ( Baca juga:Target Jadi Negara Maju, Indonesia Tak Mau 'Seapes' Filipina )

"Kalau kita lihat investasi keseluruhan dari Januari sampai September 2020, naik 37%. Ini menandakan bahwa upaya dari pemerintah dalam mendorong hilirisasi cukup efektif meski di tengah pandemi," ujarnya.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top