Kementan Serukan Penyuluh Sosialisasi Pemupukan Berimbang ke Petani
Minggu, 29 November 2020 - 03:09 WIB
loading...
A
A
A
Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir mengulas penurunan alokasi pupuk mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS). Alokasi pupuk subsidi pada 2018 mencapai 9,55 juta ton senilai Rp28,5 triliun turun menjadi 8,87 juta ton (Rp29,5 triliun) dan 7,94 juta ton pada 2020 (Rp26,52 triliun).
“Pupuk merupakan produk strategis bagi pertanian. Produksi dan distribusi harus terus berjalan untuk mendukung pembangunan pertanian. Namun jangan abai pada pemanfaatan pupuk efisien dan tepat guna melalui pemupukan berimbang,” kata Winarno Tohir.
Menurutnya, penggunaan pupuk harus sesuai karakteristik lahan seperti sawah, lahan kering, rawa pasang surut, rawa lebak. Pupuk harus spesifik komoditas. Misalnya tanaman semusim, tahunan, perkebunan dan hortikultura. “Satu jenis pupuk tidak mungkin bisa untuk semuanya, karena setiap tanaman, setiap lahan, dan setiap musim itu unik dan berbeda,” kata Winarno.
“Pupuk merupakan produk strategis bagi pertanian. Produksi dan distribusi harus terus berjalan untuk mendukung pembangunan pertanian. Namun jangan abai pada pemanfaatan pupuk efisien dan tepat guna melalui pemupukan berimbang,” kata Winarno Tohir.
Menurutnya, penggunaan pupuk harus sesuai karakteristik lahan seperti sawah, lahan kering, rawa pasang surut, rawa lebak. Pupuk harus spesifik komoditas. Misalnya tanaman semusim, tahunan, perkebunan dan hortikultura. “Satu jenis pupuk tidak mungkin bisa untuk semuanya, karena setiap tanaman, setiap lahan, dan setiap musim itu unik dan berbeda,” kata Winarno.
(dar)
Lihat Juga :