Belajar dari Kampung Patin, Majukan Desa dengan Sinergi Triple Helix
Kamis, 03 Desember 2020 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Ketua STP Riau Eni Sumiarsih menjelaskan, pihaknya melakukan pelatihan dan pendampingan terhadap desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Riau. Desa yang dikenal sebagai Desa Wisata Kampung Patin itu merupakan pemekaran dari Desa Pulau Gadang dan memiliki pemandangan alam yang eksotis karena berada di paparan waduk PLTA Koto Panjang.
"Desa ini dulunya merupakan salah satu desa yang ditenggelamkan karena dibangunnya PLTA Koto Panjang. Warganya direlokasi ke tempat lebih tinggi yang sekarang namanya menjadi Koto Masjid," ujarnya, Kamis (3/12/2020).
Sebutan Kampung Patin tak lain karena keunikan yang dipunyai desa ini, di mana setiap rumah warga memiliki kolam ikan. Wajar saja karena dulunya mereka banyak yang berprofesi sebagai nelayan. "Dengan pekerjaan mereka sebelumnya nelayan, kami bantu carikan alternatif, salah satunya pengembangan wisata alam," ungkapnya.
Eni menjelaskan, pengembangan desa wisata Kampung Patin melibatkan sinergi triple helix antara akademisi, industri, dan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah.
"Kami bekerja sama dengan Kemenparekraf dan kami berterima kasih karena Kemenparekraf telah memberikan mentor-mentor hebat sehingga kami di STP terus bergiat mewujudkan Koto Masjid menjadi desa yang maju dan mandiri," urainya.
"Desa ini dulunya merupakan salah satu desa yang ditenggelamkan karena dibangunnya PLTA Koto Panjang. Warganya direlokasi ke tempat lebih tinggi yang sekarang namanya menjadi Koto Masjid," ujarnya, Kamis (3/12/2020).
Sebutan Kampung Patin tak lain karena keunikan yang dipunyai desa ini, di mana setiap rumah warga memiliki kolam ikan. Wajar saja karena dulunya mereka banyak yang berprofesi sebagai nelayan. "Dengan pekerjaan mereka sebelumnya nelayan, kami bantu carikan alternatif, salah satunya pengembangan wisata alam," ungkapnya.
Eni menjelaskan, pengembangan desa wisata Kampung Patin melibatkan sinergi triple helix antara akademisi, industri, dan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah.
"Kami bekerja sama dengan Kemenparekraf dan kami berterima kasih karena Kemenparekraf telah memberikan mentor-mentor hebat sehingga kami di STP terus bergiat mewujudkan Koto Masjid menjadi desa yang maju dan mandiri," urainya.
Lihat Juga :