Hati-hati Ledakan Besar Covid, DBS: Kasus RI Paling Tinggi di ASEAN
Jum'at, 04 Desember 2020 - 12:18 WIB
loading...
Ilustrasi Covid-19. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dalam memasuki 2021, pemerintah akan terus menyeimbangkan krisis kesehatan dengan pemulihan ekonomi hingga vaksinasi massal tercapai. Group Research DBS Philip Wee menuturkan rupiah diperkirakan lebih stabil di kisaran 14.000-15.000 per dolar AS pada 2021 setelah bergejolak pada 2020.
Sebagaimana diketahui, rupiah anjlok 17% menjadi 16.625 per dolar AS pada Maret saat wabah Covid-19 menyebabkan kelangkaan dolar AS secara global. "Itu didominasi oleh dampak pandemi di mana pemerintah berupaya menyeimbangkan keselamatan masyarakat dengan mata pencaharian," katanya saat webinar, Jumat (4/12/2020).
Baca Juga: Simak! Ramalan Ekonomi RI Tahun 2021 dari Bank Terbesar di Asia
Sementara itu, jumlah kasus penderita corona di Indonesia tertinggi di ASEAN dengan angka penderita terakhir terakumulasi melampaui 500.000. Sebab itu awal tahun ini, pemerintah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan menutup tempat umum, membatasi penggunaan kendaraan umum, dan mengurangi perjalanan antar provinsi, ketimbang menerapkan lockdown penuh.
Langkah tersebut, menurut dia diambil dengan mempertimbangkan dampak ekonomi yang mungkin terjadi. Sementara itu, pemerintah daerah juga menerapkan beberapa langkah-langkah pencegahan di wilayah masing-masing. "Hal itu memang membantu memperlambat namun tidak menghentikan penyebaran infeksi," kata dia.
Sebagaimana diketahui, rupiah anjlok 17% menjadi 16.625 per dolar AS pada Maret saat wabah Covid-19 menyebabkan kelangkaan dolar AS secara global. "Itu didominasi oleh dampak pandemi di mana pemerintah berupaya menyeimbangkan keselamatan masyarakat dengan mata pencaharian," katanya saat webinar, Jumat (4/12/2020).
Baca Juga: Simak! Ramalan Ekonomi RI Tahun 2021 dari Bank Terbesar di Asia
Sementara itu, jumlah kasus penderita corona di Indonesia tertinggi di ASEAN dengan angka penderita terakhir terakumulasi melampaui 500.000. Sebab itu awal tahun ini, pemerintah melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan menutup tempat umum, membatasi penggunaan kendaraan umum, dan mengurangi perjalanan antar provinsi, ketimbang menerapkan lockdown penuh.
Langkah tersebut, menurut dia diambil dengan mempertimbangkan dampak ekonomi yang mungkin terjadi. Sementara itu, pemerintah daerah juga menerapkan beberapa langkah-langkah pencegahan di wilayah masing-masing. "Hal itu memang membantu memperlambat namun tidak menghentikan penyebaran infeksi," kata dia.
Lihat Juga :