Covid-19 Meroket, Pertumbuhan Ekonomi 2021 Bisa Lebih Rendah dari Perkiraan
Minggu, 06 Desember 2020 - 17:17 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kasus positif Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan, bahkan per Sabtu (5/12/2020) angka positif telah mencapai 569.707 kasus. Kenaikan angka ini bahkan bisa mengancam proyeksi ekonomi di tahun 2021.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menyebut bahwa proyeksi perekonomian di tahun 2021 diperkirakan mencapai 2,5 sampai 3 persen dan untuk pulih ke 5 persen estimasi tercepat di awal tahun 2022.
Namun, Bhima menyebut angka di atas bisa jadi mengalami revisi bahkan bisa turun jika gelombang kedua Covid-19 muncul dan distribusi vaksin tidak lancar.
"Jika ada gelombang kedua kasus dan distribusi vaksin terhambat maka proyeksi pertumbuhan bisa direvisi turun," ujar Bhima saat dihubungi MNC Portal, Minggu (6/12/2020).
(Baca juga: Moskow Sebut Seluruh Wilayah Rusia akan Gelar Vaksinasi Covid-19 Pekan Depan )
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menyebut bahwa proyeksi perekonomian di tahun 2021 diperkirakan mencapai 2,5 sampai 3 persen dan untuk pulih ke 5 persen estimasi tercepat di awal tahun 2022.
Namun, Bhima menyebut angka di atas bisa jadi mengalami revisi bahkan bisa turun jika gelombang kedua Covid-19 muncul dan distribusi vaksin tidak lancar.
"Jika ada gelombang kedua kasus dan distribusi vaksin terhambat maka proyeksi pertumbuhan bisa direvisi turun," ujar Bhima saat dihubungi MNC Portal, Minggu (6/12/2020).
(Baca juga: Moskow Sebut Seluruh Wilayah Rusia akan Gelar Vaksinasi Covid-19 Pekan Depan )
Lihat Juga :