Suharso Sebut Anggaran Pemulihan Ekonomi Melonjak Rp56,6 Triliun
Selasa, 12 Mei 2020 - 22:46 WIB
loading...
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan ada kenaikan alokasi belanja non-operasional Kementerian dan Lembaga sebesar Rp56,6 triliun pada Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) 2021.
Suharso mengatakan tambahan dana tersebut diutamakan pada kementerian dan lembaga yang terkait langsung dengan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
"Untuk pemulihan ekonomi memang ada kenaikan belanja non-operasional sebesar Rp56,5 triliun atau 55% dibandingkan tahun sebelumnya," kata Suharso di Jakarta, Selasa (12/5/2020).
Dia melanjutkan berdasarkan data Bappenas, kenaikan belanja non-operasional terbesar pertama pada bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial sebesar Rp15,8 triliun atau 15,3% dari total alokasi anggaran.
Alokasi peningkatan non-operasional terbesar kedua diberikan untuk bidang keamanan dan ketertiban Rp14 triliun atau 13,6%. Selanjutnya, pemerintah menaikkan belanja untuk pengelolaan negara sebesar Rp9,2 triliun (8,9%), lingkungan hidup Rp1,9 triliun (1,8%), dan bidang lainnya Rp5,9 triliun (5,7%).
Suharso mengatakan tambahan dana tersebut diutamakan pada kementerian dan lembaga yang terkait langsung dengan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
"Untuk pemulihan ekonomi memang ada kenaikan belanja non-operasional sebesar Rp56,5 triliun atau 55% dibandingkan tahun sebelumnya," kata Suharso di Jakarta, Selasa (12/5/2020).
Dia melanjutkan berdasarkan data Bappenas, kenaikan belanja non-operasional terbesar pertama pada bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial sebesar Rp15,8 triliun atau 15,3% dari total alokasi anggaran.
Alokasi peningkatan non-operasional terbesar kedua diberikan untuk bidang keamanan dan ketertiban Rp14 triliun atau 13,6%. Selanjutnya, pemerintah menaikkan belanja untuk pengelolaan negara sebesar Rp9,2 triliun (8,9%), lingkungan hidup Rp1,9 triliun (1,8%), dan bidang lainnya Rp5,9 triliun (5,7%).
Lihat Juga :