Maybank Beri Pinjaman Rp2,68 Triliun ke Bio Farma untuk Distribusi Vaksin
Senin, 14 Desember 2020 - 15:56 WIB
loading...
Ilustrasi/Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Maybank Indonesia Tbk menjadi bank pertama di Indonesia untuk memberikan fasilitas kepada produsen dan distributor produk farmasi milik negara PT Bio Farma (Persero) atas peran sentralnya dalam penanggulangan Covid-19 melalui pengadaan vaksin .
Kemitraan antara Maybank Indonesia, melalui Unit Usaha Syariah-nya, dan PT Bio Farma (Persero) menunjukan, kolaborasi, kerja sama dan sinergi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta, terutama dalam upaya penanggulangan Covid-19 di Indonesia dan secara bersamaan mengedepankan produk atau proposisi syariah.
Fasilitas pembiayaan berbasis Syariah omnibus line facility sebesar USD185 juta atau setara Rp2,68 triliun disalurkan kepada Bio Farma, melalui beberapa termin. Fasilitas pembiayaan ini mencakup proposisi Syariah, Musharakah Trade Financing serta forward hedging.
Baca Juga : Sentimen Vaksin hingga Pemulihan Ekonomi Bikin Bisnis Properti Rebound Tahun Depan
“Merupakan suatu kehormatan bagi Maybank Indonesia untuk berpartisipasi secara aktif dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia. Harapan kami, kerja sama ini dapat memberi dampak luas bagi masyarakat dan khususnya kepada pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, serta iklim investasi di Indonesia,” kata Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria di Jakarta, Senin (14/12/2020).
Selaras dengan pendekatan Sharia First, Maybank Indonesia memberikan solusi pembiayaan ini dengan tujuan untuk memperluas cakupan utilisasi pembiayaan berbasis Syariah di tengah dunia usaha Indonesia.
Dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia, Pemerintah melalui PT Bio Farma (Persero) akan berupaya untuk memenuhi kebutuhan domestik, dengan mempersiapkan sebanyak 15 juta bulk vaksin untuk tahap pertama.
Kemitraan antara Maybank Indonesia, melalui Unit Usaha Syariah-nya, dan PT Bio Farma (Persero) menunjukan, kolaborasi, kerja sama dan sinergi yang kuat antara pemerintah dan sektor swasta, terutama dalam upaya penanggulangan Covid-19 di Indonesia dan secara bersamaan mengedepankan produk atau proposisi syariah.
Fasilitas pembiayaan berbasis Syariah omnibus line facility sebesar USD185 juta atau setara Rp2,68 triliun disalurkan kepada Bio Farma, melalui beberapa termin. Fasilitas pembiayaan ini mencakup proposisi Syariah, Musharakah Trade Financing serta forward hedging.
Baca Juga : Sentimen Vaksin hingga Pemulihan Ekonomi Bikin Bisnis Properti Rebound Tahun Depan
“Merupakan suatu kehormatan bagi Maybank Indonesia untuk berpartisipasi secara aktif dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia. Harapan kami, kerja sama ini dapat memberi dampak luas bagi masyarakat dan khususnya kepada pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, serta iklim investasi di Indonesia,” kata Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria di Jakarta, Senin (14/12/2020).
Selaras dengan pendekatan Sharia First, Maybank Indonesia memberikan solusi pembiayaan ini dengan tujuan untuk memperluas cakupan utilisasi pembiayaan berbasis Syariah di tengah dunia usaha Indonesia.
Dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia, Pemerintah melalui PT Bio Farma (Persero) akan berupaya untuk memenuhi kebutuhan domestik, dengan mempersiapkan sebanyak 15 juta bulk vaksin untuk tahap pertama.
Lihat Juga :