IDX Channel Gelar Economic Outlook Festival 2021 Bangkit Dari Pandemi dan Resesi
Senin, 14 Desember 2020 - 20:27 WIB
loading...
A
A
A
Secara umum rilis data pertumbuhan ekonomi terlihat ada perbaikan. Hal itu ditunjukkan dengan kinerja positif dari neraca perdagangan surplus selama lima bulan terakhir. Di samping itu belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang terakselerasi.
Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia di bulan Oktober 2020 surplus US$3,61 miliar secara bulanan. Realisasi ini jauh lebih tinggi dari September yang surplus US$2,44 miliar dan Oktober surplus US$161 juta. Secara total, sepanjang Januari - September 2020 neraca perdagangan Indonesia surplus US$17,07 miliar. Realisasi ini melebihi capaian Januari -Oktober 2019 yakni defisit US$2,12 miliar.
Selain itu, pasar juga menyambut baik pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja. Selain itu masih ada sektor-sektor yang tumbuh positif dengan tren yang meningkat, misalnya, sektor jasa kesehatan dan industri farmasi. Lalu sektor pertanian khususnya tanaman hortikultura dan perkebunan serta UMKM.
Baca Juga: IHSG Tembus Level 6.000, Airlangga: Aliran Modal Sudah Kembali ke Indonesia
Bank Indonesia mendorong pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi memulihkan ekonomi nasional yang terimbas pandemi. Bank Indonesia mempertahankan tren suku bunga rendah secara terukur, kebijakan makroprudensial yang dapat lebih menggerakkan sektor riil, dan akselerasi ekonomi digital.
Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia di bulan Oktober 2020 surplus US$3,61 miliar secara bulanan. Realisasi ini jauh lebih tinggi dari September yang surplus US$2,44 miliar dan Oktober surplus US$161 juta. Secara total, sepanjang Januari - September 2020 neraca perdagangan Indonesia surplus US$17,07 miliar. Realisasi ini melebihi capaian Januari -Oktober 2019 yakni defisit US$2,12 miliar.
Selain itu, pasar juga menyambut baik pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja. Selain itu masih ada sektor-sektor yang tumbuh positif dengan tren yang meningkat, misalnya, sektor jasa kesehatan dan industri farmasi. Lalu sektor pertanian khususnya tanaman hortikultura dan perkebunan serta UMKM.
Baca Juga: IHSG Tembus Level 6.000, Airlangga: Aliran Modal Sudah Kembali ke Indonesia
Bank Indonesia mendorong pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi memulihkan ekonomi nasional yang terimbas pandemi. Bank Indonesia mempertahankan tren suku bunga rendah secara terukur, kebijakan makroprudensial yang dapat lebih menggerakkan sektor riil, dan akselerasi ekonomi digital.
Lihat Juga :