Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh

Rabu, 16 Desember 2020 - 15:14 WIB
loading...
Dana Kurang, Tak Ada...
Foto/dok
A A A
JAKARTA - Rumah tumbuh dalam dunia arsitektur diartikan sebagai rumah yang dibangun dengan proses bertahap. Sudah banyak orang yang tahu dan menerapkan prinsip rumah tumbuh, meski masih banyak yang belum mengakomodasinya.

Beberapa orang beranggapan bahwa membangun rumah secara bertahap itu ribet dan melelahkan. Alasannya, banyak dana terbuang dan rumah jadi kotor karena belum selesai sempurna. Akibatnya, banyak yang memaksakan diri agar dapat menyelesaikan rumah secara total dan sempurna. Padahal, memaksakan sesuatu sejatinya bukan solusi terbaik. (Baca: Tren Baru Hunian Digabung Tempat Usaha)

"Dengan rencana matang, rumah tumbuh akan banyak menolong dalam pengalokasian uang. Kebutuhan ruang yang dalam jangka panjang baru akan dipergunakan, bisa dibangun kemudian dan tidak harus diselesaikan sempurna saat ini juga," ungkap CEO perusahaan arsitek Delution Muhammad Egha.

Anda pun bisa menyimpan sebagian dana untuk keperluan lain yang lebih mendesak. Intinya, menurut Egha, tidak perlu terburu-buru dalam mengembangkan hunian. Namun, persiapkan itu dari sekarang dan selesaikan sesuai waktu dan kebutuhan.

Bila dilihat dari luas lahan yang dimiliki dapat dipilih dua macam jenis pembangunan rumah tumbuh, yaitu datar dan bertingkat. Jika Anda ingin membuat rumah tumbuh secara mendatar, perencanaan layout ruang memegang peran penting jika pilihannya mendatar. "Denah harus dibuat secara keseluruhan, walau yang dibangun hanya sebagian," tuturnya.

Perhatian kepada faktor pencahayaan dan sirkulasi udara juga tidak boleh diabaikan. Intinya, setiap ruangan harus memenuhi syarat kesehatan. Pemberian sirkulasi bisa melalui penempatan jendela besar di salah satu sisi atau ?menggunakan lubang angin pada bagian atas. (Baca juga: Ketika Musibah Datang sebagai Peringatan)

Sementara jika Anda menginginkan rumah tumbuh dengan metode bertingkat, konsep ini paling diaplikasikan terlebih untuk model hunian minimalis. "Yang menjadi catatan ketika memilih mengembangkan hunian bertingkat adalah bagaimana merencanakan layout setiap ruang dengan cermat sehingga ketika tahapan pembangunan rumah dilanjutkan tidak perlu lagi membongkar total bangunan lama," tegasnya.

Kekuatan struktur pun wajib direncanakan saat proses pembangunan pertama sehingga tidak diperlukan suntik-menyuntik struktur lagi, dengan penambahan kolom misalnya. Demikian dengan letak tangga, meski di pembangunan awal belum dihadirkan tangga, tetapi lokasinya sudah ditentukan sejak awal.

"Sehingga ketika membangun tahap berikutnya tidak perlu repot membongkar ruang yang ada demi hadirnya sebuah tangga," papar Egha.

Desain fasad bangunan lantai 1 pun harus diselaraskan dengan fasad lantai 2, meski waktu membangunnya tidak bersamaan. Gaya desain harus sama agar tidak ada perbedaan yang mencolok dan terkesan tidak menyatu. "Lalu bagaimana saat mau lanjut tinggal kerjakan enggak perlu bongkar ini itu," sebutnya. (Baca juga: Guardiola: Arsenal Harus Percaya Pada Arteta)

Egha mengatakan, konsep ini juga sempat digunakan pada saat pihaknya menggarap rumah The Twins di kawasan Cipulir, Jakarta Selatan. Rumah tersebut mendapatkan atensi dunia internasional, dan memenangkan salah satu penghargaan pada ajang Artichizer Awards.

Pada awalnya pemilik rumah hanya memiliki dana pas-pasan, yakni Rp150 juta untuk membangun rumah. Egha menyebutkan, uang sebesar itu tidak cukup, maka dari itu pihaknya menawarkan konsep rumah bertumbuh. "Maka kami tawarkanlah konsep rumah tumbuh. Awalnya, tahap pertama cuma bangun yang pendek. Kemudian tahap dua bangun satu lantai terus didak, tahap terakhir baru yang lantai dua pada bangunan satunya," papar Egha. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Garap Proyek Properti...
Garap Proyek Properti Baru, Kinnara Capital Gandeng TSG Construction Indonesia
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
BRI KPR Solusi Promo...
BRI KPR Solusi Promo hingga Tenor 20 Tahun dan Bunga Mulai 2,50%, Makin Mudah Punya Properti Impian
Buka Cabang Semarang,...
Buka Cabang Semarang, Linktown Bidik Penjualan Rp500 Miliar per Tahun di Jateng
Bisnis Berbasis Pengalaman...
Bisnis Berbasis Pengalaman Kian Diminati, Pengembang Hadirkan Konsep Baru
Kantor Vaksindo di Bogor...
Kantor Vaksindo di Bogor Bertema Futuristik Antar Karya Desainer Indonesia Raih Penghargaan Internasional
Pameran Properti di...
Pameran Properti di Surabaya Dorong Gairah Pasar Hunian Awal 2026
Digitalisasi Parkir...
Digitalisasi Parkir Disorot, Pelaku Industri Bahas Adaptasi Layanan bagi Generasi Z
Rekomendasi
Indro Warkop Gaungkan...
Indro Warkop Gaungkan Pesan Hidup Sehat Lewat Kebiasaan Harian
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Tak Ada Lagi Alasan...
Tak Ada Lagi Alasan Tunda Penangkapan ICC kepada Netanyahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved