Jangan Happy Dulu, Gerak IHSG Masih ‘Berbahaya’ di Semester I/2021
Rabu, 16 Desember 2020 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
Kenaikan indeks secara sektoral disebutnya akan mengandalkan sejumlah pertumbuhan beberapa sektor yang pulih. Beberapa di antaranya adalah konsumsi untuk sekunder, khususnya untuk mobil dan motor. Tidak seperti di 2020 yang mengandalkan konsumsi primer.
Baca Juga : Dengar Jokowi Gratiskan Vaksin Covid-19, IHSG Melesat Terbang bak Iron Man
Sektor lainnya yang akan prospektif tahun depan yaitu sektor properti. Karena mengingat suku bunga masih akan cukup rendah. Menurut Erik, properti komersial seperti mal dan perkantoran memang relatif sepi. Namun untuk properti residensial masih tetap menarik.
“Kunci dari properti itu infrastruktur yang kuat dan suku bunganya rendah. Kalau suku bunga bisa mengacu pada bank sentral The Fed yang mempertahankan suku bunga rendah hingga 2023. Berarti kita bisa jadi patokan untuk 1-2 tahun suku bunga acuan harusnya berada di level yang rendah. Diperkirakan suku bunga acuan 7DRRR akan di kisaran 3,50-3,75%,” katanya.
Baca Juga : Dengar Jokowi Gratiskan Vaksin Covid-19, IHSG Melesat Terbang bak Iron Man
Sektor lainnya yang akan prospektif tahun depan yaitu sektor properti. Karena mengingat suku bunga masih akan cukup rendah. Menurut Erik, properti komersial seperti mal dan perkantoran memang relatif sepi. Namun untuk properti residensial masih tetap menarik.
“Kunci dari properti itu infrastruktur yang kuat dan suku bunganya rendah. Kalau suku bunga bisa mengacu pada bank sentral The Fed yang mempertahankan suku bunga rendah hingga 2023. Berarti kita bisa jadi patokan untuk 1-2 tahun suku bunga acuan harusnya berada di level yang rendah. Diperkirakan suku bunga acuan 7DRRR akan di kisaran 3,50-3,75%,” katanya.
(her)
Lihat Juga :