Jangan Happy Dulu, Gerak IHSG Masih ‘Berbahaya’ di Semester I/2021

Rabu, 16 Desember 2020 - 21:01 WIB
loading...
Jangan Happy Dulu, Gerak...
Layar besar menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto:SINDOnews/Adam Erlangga
A A A
JAKARTA - Director, Chief Investment Officer PT Jagartha Penasihat Investasi (Jagartha Advisors) Erik Argasetya memperkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mengkhawatirkan sepanjang semester pertama 2021.

Sentimen utama yang akan menentukan indeks adalah proses distribusi vaksinasi Covid-19 dan dampaknya di masyarakat. “Akhir tahun ini ekspektasi pasar pada kepastian vaksin. Namun berikutnya yang ditunggu adalah hasil vaksin di masyarakat. Jadi semester satu masih lebih berbahaya dibandingkan semester dua tahun depan,” ujar Erik dalam webinar di Jakarta, Rabu (16/12/2020).

Baca Juga : Transaksi Capai Rp10,2 Triliun, Indeks Tembus Level Rp6.000

Dia juga memproyeksikan pencapaian IHSG di 2021 akan berada pada kisaran 7.000 hingga level 7.250. Sementara itu PDB Indonesia diprediksi akan berada di kisaran 4,7- 5,3% di 2021.

“Pemulihan ekonomi diperkirakan lebih baik dari 2020. Namun semester pertama masih beresiko. Karena itu pemerintah harus bersinergi dengan sektor bisnis agar mempertahankan momentum pemulihan ekonomi nasional,” tambahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
OJK dan Bareskrim Usut...
OJK dan Bareskrim Usut Dugaan Pidana Pasar Modal, MA Pastikan Dana Nasabah Aman
Rekomendasi
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Berita Terkini
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Infografis
Hewan Buas Zaman Purba...
Hewan Buas Zaman Purba yang Dipercaya Masih Hidup di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved