Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Lanjutkan Tren Penguatan
Kamis, 17 Desember 2020 - 20:38 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah sampai dengan 16 Desember 2020 mencatat depresiasi sekitar 1,72% (year-to-date/ytd) dibandingkan dengan level akhir 2019.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan penguatan nilai tukar Rupiah berpotensi berlanjut seiring levelnya yang secara fundamental masih undervalued.
"Hal ini didukung defisit transaksi berjalan yang rendah, inflasi yang rendah dan terkendali, daya tarik aset keuangan domestik yang tinggi, dan premi risiko Indonesia yang menurun, serta likuiditas global yang besar," ujar dia secara virtual di Jakarta, Kamis (17/12/2020).
(Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Terendah Sepanjang Sejarah di Angka 3,75% )
Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan penguatan nilai tukar Rupiah berpotensi berlanjut seiring levelnya yang secara fundamental masih undervalued.
"Hal ini didukung defisit transaksi berjalan yang rendah, inflasi yang rendah dan terkendali, daya tarik aset keuangan domestik yang tinggi, dan premi risiko Indonesia yang menurun, serta likuiditas global yang besar," ujar dia secara virtual di Jakarta, Kamis (17/12/2020).
(Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Terendah Sepanjang Sejarah di Angka 3,75% )
Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya dan bekerjanya mekanisme pasar, melalui efektivitas operasi moneter dan ketersediaan likuiditas di pasar.
Lihat Juga :