BKPM Kawal Proyek PLTS Cirata agar Investasinya Tembus Rp1,8 Triliun
Jum'at, 18 Desember 2020 - 11:12 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyaksikan peresmian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata 145 megawatt yang telah dilakukan di Cirata, Jawa Barat kemarin (17/12). Proyek Strategis Nasional (PSN) ini akan menerangi 50 ribu rumah dan mengurangi 200 ribu ton emisi karbondioksida per tahunnya.
Staf Ahli Sektor Investasi Prioritas BKPM Aries Indanarto menyampaikan bahwa BKPM menjamin akan mengawal proyek prioritas yang berlokasi di waduk Cirata tersebut. ( Baca juga:PLTS Terapung Terbesar di Asia Resmi Dibangun )
"Ini merupakan PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara. Kami bersama dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terkait akan full support," ujarnya dalam keterangan resmi kepada media hari ini (18/12/2020).
Berdasarkan data BKPM, nilai realisasi investasi yang dilakukan oleh Masdar hingga saat ini baru 1,97% dari total rencana investasi sebesar Rp1,8 triliun. "Dengan dikawal bersama, harapannya angka realisasi investasi yang dilakukan dapat meningkat secara signifikan. Selama ini komunikasi dan koordinasi antara berbagai pihak juga berlangsung baik, sehingga izin-izin yang dibutuhkan oleh PLTS Cirata dapat diterbitkan," kata Aries.
CEO Masdar Mohammed Jameel Al Ramahi menyampaikan bahwa pihaknya memilih Indonesia karena ingin tumbuh di Asia dari Indonesia. "Ini merupakan milestone bagi perusahaan kami yang menandai ekspansi Masdar di kawasan ini," papar Ramahi.
Staf Ahli Sektor Investasi Prioritas BKPM Aries Indanarto menyampaikan bahwa BKPM menjamin akan mengawal proyek prioritas yang berlokasi di waduk Cirata tersebut. ( Baca juga:PLTS Terapung Terbesar di Asia Resmi Dibangun )
"Ini merupakan PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara. Kami bersama dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terkait akan full support," ujarnya dalam keterangan resmi kepada media hari ini (18/12/2020).
Berdasarkan data BKPM, nilai realisasi investasi yang dilakukan oleh Masdar hingga saat ini baru 1,97% dari total rencana investasi sebesar Rp1,8 triliun. "Dengan dikawal bersama, harapannya angka realisasi investasi yang dilakukan dapat meningkat secara signifikan. Selama ini komunikasi dan koordinasi antara berbagai pihak juga berlangsung baik, sehingga izin-izin yang dibutuhkan oleh PLTS Cirata dapat diterbitkan," kata Aries.
CEO Masdar Mohammed Jameel Al Ramahi menyampaikan bahwa pihaknya memilih Indonesia karena ingin tumbuh di Asia dari Indonesia. "Ini merupakan milestone bagi perusahaan kami yang menandai ekspansi Masdar di kawasan ini," papar Ramahi.
Lihat Juga :