Neraca Perdagangan Indonesia 2020 Diprediksi Surplus, Tembus USD20 M

Rabu, 23 Desember 2020 - 04:48 WIB
loading...
Neraca Perdagangan Indonesia...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan (Kemendag) Marolop Nainggolan menyebutkan bahwa tahun lalu, total ekspor migas dan non-migas Indonesia mencapai USD167,18 miliar.

Tren ekspor Indonesia selama periode tahun 2015-2019 pun naik sebesar 4,49%. Kendati demikian, pada tahun 2019, neraca perdagangan Indonesia defisit sebesar USD3,59 miliar.

"Namun, meski tahun ini perdagangan global goyah akibat pandemi Covid-19, neraca Indonesia diprediksi surplus, tembus lebih dari USD20 miliar. Datanya akan dirilis nanti," ujar Marolop dalam video virtual di Jakarta, Selasa(22/12/2020).

(baca juga: Gara-Gara Covid-19, Messi Merasa Kesepian )

Marolop menyebutkan, Kemendag memiliki beberapa kebijakan strategis untuk mendorong ekspor di tengah pandemi global, baik jangka pendek dan jangka menengah.

"Untuk jangka pendeknya, pertama kami akan berfokus pada produk dengan pertumbuhan positif selama pandemi, seperti makanan dan minuman olahan, alat kesehatan, produk pertanian, perikanan, dan agroindustri," ungkapnya.

Ketika pulih dari situasi pandemi, akan berfokus kepada produk seperti otomotif, TPT, alas kaki, besi dan baja, dan yang lainnya. Tentunya, Kemendag juga akan berfokus pada produk baru yang muncul akibat pandemi, seperti produk farmasi dan produk-produk ekspor baru yang merupakan hasil relokasi industri dari beberapa negara ke Indonesia.

"Kami juga akan berfokus pada pasar yang pulih dan mulai pulih pada saat ini sampai satu tahun kedepan, seperti Australia, Selandia Baru, negara-negara Uni Eropa, negara kawasan Timur Tengah, dan beberapa negara di Afrika seperti Aljazair, juga di kawasan Amerika seperti Kanada dan Meksiko," jelas Marolop.

(Baca juga: Kemendag Sayangkan Ekspor Indonesia ke Finlandia yang Cenderung Menurun )

Untuk jangka menengahnya, Kemendag akan berfokus untuk mempertahankan produk yang memiliki market power, meningkatkan produk yang memiliki pangsa pasar potensial, dan memulihkan produk yang kehilangan pangsa.

"Kemendag pun memiliki beberapa strategi ekspor sektor non-migas, salah satunya adalah mengamankan pasar utama dan memperluas pasar ekspor baru," ucapnya.

Marolop mengatakan, pihaknya juga akan meningkatkan daya saing, diversifikasi produk ekspor, dan fasilitasi perdagangan. Kemendag juga akan terus menggiatkan promosi ekspor dan penguatan pencitraan Indonesia.

"Kami juga akan memanfaatkan e-commerce untuk produk domestik. Juga melakukan penyederhanaan produk ekspor dan kemudahan impor bahan baku atau bahan penolong," tambahnya.

(Baca juga: Diangkat Jadi Menteri, Muhammad Lutfi: Mendag Seperti Wasit )

Selain itu, Kemendag juga akan melakukan optimalisasi dan reorientasi peran atase perdagangan dan ITPC. Ditambah dengan meningkatkan pengamanan perdagangan untuk penyelamatan ekspor di negara tujuan ekspor. "Tentunya juga dengan percepatan penyelesaian perundingan perdagangan internasional," pungkas Marolop.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Ekspor April 2026 Melesat...
Ekspor April 2026 Melesat 21,98% Tembus Rp449.6 Triliun, Ini Penopangnya
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Neraca Dagang RI Surplus...
Neraca Dagang RI Surplus 71 Bulan Beruntun, Capai USD5,55 Miliar di Kuartal I-2026
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Bahan Baku Plastik Langka,...
Bahan Baku Plastik Langka, Indonesia Sibuk Cari Sumber Pasokan Alternatif ke 3 Negara
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
JETRO Jakarta dan Kementerian...
JETRO Jakarta dan Kementerian Perdagangan RI Gelar Business Matching Perusahaan Jepang–Indonesia
Rekomendasi
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
Berita Terkini
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved