Akhirnya! Warga Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Dll, Geser Dominasi Jawa di Harbolnas 12.12

loading...
Akhirnya! Warga Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Dll, Geser Dominasi Jawa di Harbolnas 12.12
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Tren belanja online melesat naik sejak Covid-19 merajalela di Indonesia. Dari hasil survei yang dilakukan Nielsen Indonesia selama penyelenggaraan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2020 pada 11 dan 12 Desember 2020, terungkap adanya kenaikan transaksi dari luar Jawa. Dominasi transaksi di Pulau Jawa, pulau paling padat di Indonesia, mulai bergeser.

Dari total kenaikan penjualan yakni 28% dibandingkan Harbolnas tahun lalu, kenaikan yang besar berasal dari luar Jawa yakni sekitar 97%. Sementara, penjualan di Pulau Jawa hanya sebesar 17% dibandingkan Harbolnas 2019. ( Baca juga:Sempat Menguat, IHSG Turun 14,58 Poin di Akhir Sesi )

"Jadi bisa dibilang kenaikan Harbolnas tahun ini didorong oleh luar Jawa yang kenaikannya sangat signifikan sekali. Apakah perekonomian mulai merata? Bisa jadi," ujar Director of Nielsen Indonesia Rusdy Sumantri, pada acara peluncuran hasil survei penyelenggaraan Harbolnas 2020, Rabu (23/12/2020).

Menurut dia, selama pandemi ini masyarakat sudah terbiasa berbelanja online sehingga mendorong peningkatan yang sangat signifikan. "Jadi ada dual hal, yaitu penetrasi mengalami kenaikan dan omzet mengalami kenaikan," imbuhnya. ( Baca juga:Ditanya Bakal Merotasi Pemain Lawan Granada, Zidane: Kalian buat Saya Tertawa )



Adapun nilai transaksi Harbolnas 2020 berkisar di atas Rp11,6 triliun. Angka ini naik Rp2,5 triliun dibandingkan tahun 2019. Sementara kontribusi produk lokal tercatat mencapai Rp5,6 triliun atau naik Rp1 triliun dibandingkan tahun 2019.

"Kami mengestimasi Harbolnas kali ini 8,1 kali lebih tinggi dari penjualan per hari di periode reguler," imbuh Rusdy.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top