Berkat Inovasi, PHM Catatkan Kinerja Positif Sepanjang 2020
Sabtu, 26 Desember 2020 - 09:22 WIB
loading...
A
A
A
Rekor sebelumnya terjadi pada 2019, yakni 16,5 hari. Operasi ini juga nihil kecelakaan kerja dan tanpa non-productie time pengeboran dan dilaksanakan dengan protokol Covid-19 yang ketat.
Inovasi lain yang dikembangkan untuk efisiensi adalah penerapan arsitektur sumur One Phase Well (OPW), yang berhasil secara signifikan memangkas biaya pengeboran menjadi jauh lebih rendah bila dibandingkan penggunaan arsitektur Shallow Light Architecture (dengan 2 fase pengeboran) yang sebelumnya diterapkan.
Inovasi lain yang dibuat para insinyur di PHM adalah metode slot recovery. Dengan metode ini, platform yang adalah kepala sumur (well head) dari sejumlah sumur yang sudah tidak berproduksi dimanfaatkan untuk mengebor sumur baru.
"Dengan teknik pengeboran side-track menggunakan HWU pada sumur-sumur re-entry, dan memanfaatkan komponen selubung pengeboran dari sumur-sumur lama, PHM berhasil menjaga keekonomian sumur-sumur pengembangan, antara lain karena tidak perlu membuat platform baru yang mahal harganya," katanya.
Berkat berbagai inovasi tersebut, pada bulan Desember ini, PHM berhasil memecahkan dua rekor pengeboran tercepat, yaitu di sumur delta TN-T165 di Lapangan Tunu dalam waktu 2,15 hari, dengan kedalaman 1.409 mMD, pada 8 Desember 2020, dan sumur offshore PK-B8.G1 di Lapangan Peciko dalam waktu 10,96 hari, dengan kedalaman 4.343 mMd, pada 25 Desember 2020.
"Keberhasilan ini merupakan hasil keteguhan dalam merealisasikan usaha yang agresif dan kolaborasi multikeahlian yang menyiasati operasi dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan," ujar Agus.
Dalam hal keselamatan kerja, tambah Agus, hingga akhir 2020, PHM telah mencapai 923 hari, atau lebih dari 76 juta jam kerja manusia (manhours), tanpa kejadian yang menyebabkan kehilangan hari kerja atau tanpa LTI. Hal ini diapresiasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupa Penghargaan Keselamatan Migas Patra Nirbhaya Adinugraha 1 dan Penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Inovasi lain yang dikembangkan untuk efisiensi adalah penerapan arsitektur sumur One Phase Well (OPW), yang berhasil secara signifikan memangkas biaya pengeboran menjadi jauh lebih rendah bila dibandingkan penggunaan arsitektur Shallow Light Architecture (dengan 2 fase pengeboran) yang sebelumnya diterapkan.
Inovasi lain yang dibuat para insinyur di PHM adalah metode slot recovery. Dengan metode ini, platform yang adalah kepala sumur (well head) dari sejumlah sumur yang sudah tidak berproduksi dimanfaatkan untuk mengebor sumur baru.
"Dengan teknik pengeboran side-track menggunakan HWU pada sumur-sumur re-entry, dan memanfaatkan komponen selubung pengeboran dari sumur-sumur lama, PHM berhasil menjaga keekonomian sumur-sumur pengembangan, antara lain karena tidak perlu membuat platform baru yang mahal harganya," katanya.
Berkat berbagai inovasi tersebut, pada bulan Desember ini, PHM berhasil memecahkan dua rekor pengeboran tercepat, yaitu di sumur delta TN-T165 di Lapangan Tunu dalam waktu 2,15 hari, dengan kedalaman 1.409 mMD, pada 8 Desember 2020, dan sumur offshore PK-B8.G1 di Lapangan Peciko dalam waktu 10,96 hari, dengan kedalaman 4.343 mMd, pada 25 Desember 2020.
"Keberhasilan ini merupakan hasil keteguhan dalam merealisasikan usaha yang agresif dan kolaborasi multikeahlian yang menyiasati operasi dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan," ujar Agus.
Dalam hal keselamatan kerja, tambah Agus, hingga akhir 2020, PHM telah mencapai 923 hari, atau lebih dari 76 juta jam kerja manusia (manhours), tanpa kejadian yang menyebabkan kehilangan hari kerja atau tanpa LTI. Hal ini diapresiasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berupa Penghargaan Keselamatan Migas Patra Nirbhaya Adinugraha 1 dan Penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Lihat Juga :