IHSG Tahun 2021 Diramal Lebih Baik Dibanding Tahun Ini

Rabu, 30 Desember 2020 - 12:45 WIB
loading...
IHSG Tahun 2021 Diramal...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebut akan bergerak positif pada tahun 2021. Founder and CEO Finvesol Consulting, Fendi Susiyanto menyebut bahwa pada tahun 2021 akan lebih banyak harapan untuk membaiknya kondisi indeks.

"Kalau kita melihat tahun 2021 akan lebih banyak harapan, artinya proyeksi pertumbuhan kita lihat ini akan positif, akan lebih bagus daripada tahun 2020," ujar Fendi dalam acara Market Opening IDX Channel, Rabu (30/12/2020).

Fendi menambahkan, membaiknya kondisi IHSG akan didukung dari tingkat adaptasi pelaku pasar yang relatif tinggi dan tidak mengikuti arus potensi bahaya Covid-19 dan telah menciptakan suatu new normal. "(Investor) sudah terbiasa dengan berbisnis atau berusaha di tengah kondisi Covid-19," kata dia.

(Baca juga: Larangan Pesta Tahun Baru, Polda Jatim Berlakukan Jam Malam )

Dia memperkirakan bahwa pada tahun 2021 tidak akan seberat yang terjadi pada tahun 2020, dimana awal masa pandemi Covid-19 di Tanah Air sangat mempengaruhi kinerja IHSG.

"Namun, kita mesti lihat respon pertama terhadap varian baru akan dilihat kalau ternyata mungkin tidak terlalu signifikan, investor saya pikir akan lebih terbiasa dengan hal itu di samping perkembangan vaksin yang sudah mulai disuntikkan dibeberapa negara termasuk Indonesia itu menjadi harapan baru juga membuat keyakinan bertambah," ucapnya.

Fendi menyebut beberapa sektor seperti perbankan, pertambangan, konsumer, konstruksi, industry basic dan properti akan memiliki prospek cerah pada tahun 2021. Khusus untuk sektor konsumer menurutnya menarik karena sepanjang tahun 2020 belum mengalami peningkatan secara signifikan dan terkadang cenderung datar sementara sektor lain mengalami peningkatan.

(Baca juga: Duh, Penyaluran Kredit pada November Tambah Nyungsep )

"Kemudian kita melihat sektor konstruksi atau infrastruktur, basic industry dan sektor properti menurut saya juga akan melihat potensi yang cerah di tahun 2021. Sebut saja ada beberapa faktor yang mendukung seperti rendahnya suku bunga, mulai adanya perbaikan di sektor manufaktur, didukung oleh mulai tumbuhnya perekonomian di China juga akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia maupun negara lain," tuturnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Naik 2,07%, IHSG Balik...
Naik 2,07%, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000-an
Menakar Efek di Balik...
Menakar Efek di Balik Isu Pergantian Menkeu, Awas! Ganggu Kepercayaan Publik dan Investor
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Rekomendasi
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved