Mau Tutup Tahun, Mentan Pastikan Stok Pangan Aman hingga 2021
Rabu, 30 Desember 2020 - 13:23 WIB
loading...
Mentan Sahrul Yasin Limpo memastikan stok pangan aman hingga 2021. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjamin ketersediaan pangan nasional terus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan musim tanam jangka panjang hingga dua tahun ke depan.
"Secara umum 11 bahan pokok dasar kita dalam kendali aman. Khusus untuk beras kami telah mempersiapkannya sampai dua tahun ke depan sesuai petunjuk Presiden," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Rabu (30/12/2020).
(Baca Juga: Kementan Dorong Penyuluh Aktif Dukung Petani Food Estate Humbahas)
Mentan mengatakan, dalam mempersiapkan pasokan beras pihaknya sudah melakukan Musim Tanam (MT) 1 dan 2 pada Januari-Juni 2020 dengan stok mencapai 7,4 juta ton, dimana produksi yang ada mencapai 17 juta ton dengan kebutuhan konsumsi sebesar 15 juta ton.
Lebih lanjut, Mentan mengatakan, pada musim tanam 2 ada sekitar 5,2 juta hektare lahan yang sudah ditanam dengan baik sejak Juli sampai Desember. Produksi ini menghasilkan 25 juta ton gabah kering, sehingga jika dijumlah dengan sisa yang ada maka akan terjadi over stok di tahun 2021 sekitar 7 juta ton.
"Secara umum 11 bahan pokok dasar kita dalam kendali aman. Khusus untuk beras kami telah mempersiapkannya sampai dua tahun ke depan sesuai petunjuk Presiden," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Rabu (30/12/2020).
(Baca Juga: Kementan Dorong Penyuluh Aktif Dukung Petani Food Estate Humbahas)
Mentan mengatakan, dalam mempersiapkan pasokan beras pihaknya sudah melakukan Musim Tanam (MT) 1 dan 2 pada Januari-Juni 2020 dengan stok mencapai 7,4 juta ton, dimana produksi yang ada mencapai 17 juta ton dengan kebutuhan konsumsi sebesar 15 juta ton.
Lebih lanjut, Mentan mengatakan, pada musim tanam 2 ada sekitar 5,2 juta hektare lahan yang sudah ditanam dengan baik sejak Juli sampai Desember. Produksi ini menghasilkan 25 juta ton gabah kering, sehingga jika dijumlah dengan sisa yang ada maka akan terjadi over stok di tahun 2021 sekitar 7 juta ton.
Lihat Juga :