Tak Boleh Rugi, BUMN Hilir Gas Butuh Insentif Penurunan Harga Gas

Jum'at, 17 April 2020 - 04:55 WIB
loading...
A A A
Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR Nyat Kadir menegaskan bahwa implementasi penurunan harga gas bumi yang diatur melaluo Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (Permen) Nomor 8 Tahun 2020 seharusnya memikirkan terkait nilai keekonomian proyek infrastruktur gas. Pasalnya, dengan kondisi geografis Indonesia yang beragam pembangunan infrastruktur gas membutuhkan investasi cukup besar.

“Permen ESDM itu bagaimana mekanisme apakah bisa dijalankan. Kalau itu jalan apakah masuk keekonomian dengan kondisi geografis yang beragam. Sudah sepantasnya dipertonbangkan terkait bagaimana memasang transmisi dari pulau ke pulau dan segala macam hambatannya,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan bahwa keekonomian biaya penyuran gas yang dilakukan PGN sebagian masih UDD2,6-3,2 per MMBTU.

Dengan diterapkannya penurunan harga gas menjadi USD6 per MMBTU akan berdampak pada penurunan pendapatan dan laba perusahaan sehingga berisiko menelan kerugian. Sebab itu Gigih berharap pemerintah memberikan insentif untuk menjaga keuangan perusahaan tetap sehat.

"Sesuai Permen ESDM sebenarnya sudah diputuskan akan ada insentif kepada badan usaha di sektor hilir tapi belum ada pendalaman mekanismenya. Sebab itu, kami membutuhkan dukungan pemerintah dan anggota Komisi VI DPR bagaimana dengan mekanisme insentif ini, karena jika tidak clear sulit mempertahankan keekonomian apabila harga harus USD6 per MMBTU,” kata dia.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
Gaduh Pengangkatan Komisaris...
Gaduh Pengangkatan Komisaris BUMN, Qodari: Penting untuk Kawal Agenda Negara
Seluruh Laporan Keuangan...
Seluruh Laporan Keuangan BUMN Tahun 2025 Sudah Masuk Danantara, Intip Bocorannya
Daud Joseph Mundur dari...
Daud Joseph Mundur dari Dirut PT Pos Indonesia usai Penggabungan BUMN Logistik
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Pengamat: BUMN Bukan...
Pengamat: BUMN Bukan Tempat Bagi-bagi Jabatan
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Rekomendasi
Wakil Menteri Sembunyikan...
Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Senilai Rp361 Miliar di Dalam Galon Air Minum
Kemenag Siapkan Konten...
Kemenag Siapkan Konten Edukasi untuk Cegah Penyebaran LGBTQ
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Berita Terkini
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
Infografis
4 Alasan Tak Boleh Minum...
4 Alasan Tak Boleh Minum Teh saat Sahur, Bikin Asam Lambung Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved