Genjot Investasi, BKPM Prioritaskan Sektor Manufaktur, Hilirisasi dan Alat Kesehatan
Kamis, 14 Mei 2020 - 18:11 WIB
loading...
A
A
A
“Jangan hanya mengejar investasi dari luar saja, tapi melupakan yang sudah ada di dalam. Kita akan datangi, kemudian bicarakan dengan mereka terkait ekspansi perusahaan dan insentif apa yang dapat difasilitasi. Bangsa yang menang di tahun 2021 nanti yaitu yang dapat melakukan konsolidasi ke dalam, di mana konsolidasi ini melibatkan 3 pihak, masyarakat, pemerintah, dan pengusaha,” tambah Bahlil.
Sesuai data investasi triwulan I 2020 yang dirilis oleh BKPM bulan Maret 2020 lalu, realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp210,7 triliun dari total target investasi Rp886,1 triliun, dengan nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp98 triliun (46,5%), dan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp112,7 triliun (53,5%).
“Ini pertama kalinya investasi PMDN lebih besar dibandingkan PMA. BKPM akan terus menggenjot PMDN untuk dimaksimalkan. Sedangkan untuk investasi PMA, tidak dapat dipungkiri terjadi reschedule untuk implementasi realisasi investasinya akibat wabah Covid-19 ini,” ungkap Bahlil.
Sesuai data investasi triwulan I 2020 yang dirilis oleh BKPM bulan Maret 2020 lalu, realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp210,7 triliun dari total target investasi Rp886,1 triliun, dengan nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp98 triliun (46,5%), dan investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp112,7 triliun (53,5%).
“Ini pertama kalinya investasi PMDN lebih besar dibandingkan PMA. BKPM akan terus menggenjot PMDN untuk dimaksimalkan. Sedangkan untuk investasi PMA, tidak dapat dipungkiri terjadi reschedule untuk implementasi realisasi investasinya akibat wabah Covid-19 ini,” ungkap Bahlil.
(akr)
Lihat Juga :