Muhammadiyah Minta para 'Pemain' Harga Kedelai Diseret ke Pengadilan

Senin, 04 Januari 2021 - 16:55 WIB
loading...
Muhammadiyah Minta para...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - PP Muhammadiyah meminta pemerintah untuk secepatnya mengatasi naiknya harga kedelai yang menyebabkan biaya produksi dari para pembuat tempe dan tahu menjadi mahal. Hal ini disampaikan oleh Ketua bidang ekonomi PP Muhammadiyah Anwar Abbas.

Menurutnya penyelesaian masalah harga kedelai perlu disegerakan agar dunia usaha dan kehidupan ekonomi masyarakat kembali menggeliat serta tidak ada yang dirugikan. Kemudian, lanjut dia, jika ada pihak-pihak yang melakukan praktik-praktik tidak terpuji dengan melakukan penimbunan dan melakukan spekulasi dalam masalah perkedelaian, perlu diambil tindakan yang tegas. ( Baca juga:Respons Sikap Muhammadiyah ke BSI, Anggota DPR: Yang Dibutuhkan Kontribusi Pemikiran )

"Maka Muhammadiyah meminta pemerintah untuk menindak mereka dengan tegas dan menggiring mereka ke pengadilan untuk dijatuhi hukuman yang sesuai dengan besar dan dampak buruk dari kesalahannya," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/1/2021).

Muhammadiyah Minta para 'Pemain' Harga Kedelai Diseret ke Pengadilan


Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan akan meningkatkan produksi kedelai dalam jangka pendek. Peningkatan itu seiring naiknya harga kedelai di dalam negeri yang berdampak pada mahalnya tahu dan tempe. ( Baca juga:Habib Rizieq Minta Hakim PN Jakarta Selatan Batalkan Status Tersangka Kerumunan )

"(Kenaikkan harga kedelai), saya akan sikapi di lapangan. Saya tidak mau janji dulu karena saya lagi kerja. Dan insya Allah dari agenda-agenda yang kita siapkan hari ini mudah-mudahan bisa menjadi jawaban," ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo usai bertemu Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) di Gedung Ditjen Tanaman Pangan Jakarta.

Menurut Mentan, dalam satu kali pertanaman setidaknya dibutuhkan 100 hari hingga panen. Pihaknya menargetkan bisa melakukan dua kali musim tanam agar ketersediaan bisa lebih besar dan digunakan pengrajin tahu tempe.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Bea Cukai Respons Munculnya...
Bea Cukai Respons Munculnya Nama Dirjen Djaka Budi Utama dalam Dakwaan Kasus Suap Impor
4 Juta Barel Minyak...
4 Juta Barel Minyak Iran Tiba di India Sebelum Berakhirnya Masa Tenggang Sanksi AS
Pengecualian Sanksi...
Pengecualian Sanksi AS, India Banjir Minyak Rusia Melonjak 90%
Kendaraan dan Kompor...
Kendaraan dan Kompor Listrik Kunci Kurangi Impor Energi
Impor Darurat, Dua Kargo...
Impor Darurat, Dua Kargo LPG dari Australia Masuk Minggu Ini
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Kasus Bea Cukai, KPK...
Kasus Bea Cukai, KPK Periksa 20 Petinggi Forwarder
Prabowo Ngelus Dada...
Prabowo Ngelus Dada Tahu Borok Pengelolaan Ekspor Impor RI
Rekomendasi
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
SD Islam Al-Azhar Kelapa...
SD Islam Al-Azhar Kelapa Gading Surabaya Raih Posisi 5 Besar TKA 2026
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Berita Terkini
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved