PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang, Pengelola Mal: Lebih Baik Daripada Diperketat

Selasa, 05 Januari 2021 - 10:01 WIB
loading...
PSBB Transisi DKI Jakarta...
sosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) merespons, keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi mulai hari ini hingga 17 Januari. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi mulai hari ini hingga 17 Januari. Tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran virus corona (covid-19) di ibu kota yang saat ini masih tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja mengatakan, kebijakan PSBB transisi yang dilakukan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta masih lebih baik dibandingkan pengetatan PSBB. Karena jika PSBB ditarik kembali atau kebijakan rem darurat diambil lagi dampaknya akan sangat besar bagi pengusaha pengelola mal .

“Untuk saat ini PSBB Transisi adalah masih lebih baik daripada PSBB Ketat,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (5/1/2021).

(Baca Juga: Ada Vaksinasi, Bisnis Mall Akan Lebih Menggeliat )

Bagaimana tidak, berdasarkan kebijakan pengetatan kembali PSBB, jumlah pengunjung mal turun drastis. Bahkan, jumlah pengunjung mal hanya tersisa sebesar 10% saja.

(Baca Juga : WHO Sangat Kecewa, Tim Penyelidik Virus Corona Dipersulit Masuk China )

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya pada saat PSBB Ketat yang lalu adalah sangat memberatkan karena tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan hanya tersisa sekitar 10% saja,” jelasnya.

Oleh karena itu lanjut Alphonzus, yang perlu diperhatikan adalah pentingnya pemberlakuan dan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Dirinya berharap agar aturan dan himbauan tersebut bisa direalisasikan denga sebaik-baiknya guna mengurangi dampak dan potensi penularan virus corona (covid-19).

(Baca Juga: Kasian! Pengunjung Mal Saat Libur Natal Tak Jauh Beda dengan Malam Minggu )

Implementasi penerepan protokol kesehatan juga jangan hanya dijalankan satu pihakk saja. Akan tetapi perlu dukungan semua pihak dari mulai pemerintah hingga masyarakat diperlukan konsistensi dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Yang perlu diperhatikan saat ini adalah penegakan terhadap pemberlakuan ataupun penerrapan Protokol Kesehatan. Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat harus dapat memastikan bahwa Protokol Kesehatan diberlakukan ataupun diterapkan secara ketat, disiplin dan konsisten,” jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Puncak Belanja Lebaran...
Puncak Belanja Lebaran Diprediksi Terjadi Pekan Ini, Kunjungan ke Mall Bakal Naik 15%
Kepri Mall Bertransformasi...
Kepri Mall Bertransformasi Jadi K SQUARE, Hadirkan Konsep Lifestyle Baru di Jantung Kota Batam
Konsumsi Masyarakat...
Konsumsi Masyarakat Bakal Ngebut di Peak Season Nataru Bikin Sektor Ritel Pede Menatap 2026
Indonesia Shopping Festival...
Indonesia Shopping Festival 2025 Sukses Cetak Transaksi Hingga Rp 25,19 Triliun
Identitas Baru Tiga...
Identitas Baru Tiga Dekade Lippo Mall Cikarang, Tampil Lebih Modern
Pengusaha Mal Nilai...
Pengusaha Mal Nilai Insentif PPN 12% Belum Cukup Dongkrak Daya Beli
Mayat Laki-Laki di Toilet...
Mayat Laki-Laki di Toilet ITC Fatmawati Bersimbah Darah
Perjalanan 13 Tahun...
Perjalanan 13 Tahun Lippo Mall Kemang, Pusat Lifestyle yang Terus Hadirkan Inspirasi
Pacu Adrenalinmu dengan...
Pacu Adrenalinmu dengan Menonton Pandora Box Nightmare Festival di Marvell City Mall Surabaya
Rekomendasi
Jadwal Lengkap Piala...
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
Kasus Hanania Travel,...
Kasus Hanania Travel, Aaliyah Massaid Akui Sedih Melihat Jemaah Umrah Gagal Berangkat
Berita Terkini
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Diskon Bayar PBB-P2 Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved