Selama Nataru Konsumsi BBM Cuma Naik Tipis
Rabu, 06 Januari 2021 - 18:55 WIB
loading...
A
A
A
"Penyaluran avtur selama masa Satgas Nataru mengalami kenaikan cukup tinggi mencapai sekitar 15% dibanding rerata November 2020, seiring dengan banyaknya masyarakat yang menggunakan moda transportasi udara," jelasnya. ( Baca juga:Iran: Jari Kami Sudah di Pelatuk untuk Respon Setiap Serangan AS )
Sementara untuk bahan bakar kebutuhan rumah tangga, penyaluran LPG selama masa Satgas Nataru mengalami kenaikan sebesar 2,7% dari rerata November 2020.
Agus melanjutkan, dengan selesainya digitalisasi 5.518 SPBU Pertamina di seluruh Indonesia, Pertamina lebih mudah untuk memantau pasokan (stok) dan volume penjualan di seluruh SPBU. Pertamina juga dapat mengantisipasi distribusi BBM ke SPBU yang memiliki volume transaksi tinggi, termasuk memonitor distribusi BBM penugasan dari pemerintah.
"Dengan digitalisasi, Pertamina bisa memonitor stok BBM di setiap wilayah hingga ke SPBU. Jika stok BBM di satu SPBU terlihat menipis, maka secara otomatis akan dikirimkan BBM dari TBBM terdekat," jelas Agus.
Sementara untuk bahan bakar kebutuhan rumah tangga, penyaluran LPG selama masa Satgas Nataru mengalami kenaikan sebesar 2,7% dari rerata November 2020.
Agus melanjutkan, dengan selesainya digitalisasi 5.518 SPBU Pertamina di seluruh Indonesia, Pertamina lebih mudah untuk memantau pasokan (stok) dan volume penjualan di seluruh SPBU. Pertamina juga dapat mengantisipasi distribusi BBM ke SPBU yang memiliki volume transaksi tinggi, termasuk memonitor distribusi BBM penugasan dari pemerintah.
"Dengan digitalisasi, Pertamina bisa memonitor stok BBM di setiap wilayah hingga ke SPBU. Jika stok BBM di satu SPBU terlihat menipis, maka secara otomatis akan dikirimkan BBM dari TBBM terdekat," jelas Agus.
(uka)
Lihat Juga :