Pefindo Beri Peringkat AAA untuk Rencana Penerbitan EBA-SP dari SMF

Jum'at, 08 Januari 2021 - 00:50 WIB
loading...
Pefindo Beri Peringkat...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Lembaga pemeringkat Pefindo memberikan peringkat AAA atau stabil untuk rencana penerbitan EBA-SP SMF-BTN06 oleh PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) .

Ini merupakan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Pefindo. Kemampuan untuk memenuhi kewajiban jangka panjang atas efek utang tersebut dibandingkan obligor Indonesia lainnya adalah superior.

"Kami melihat risiko terkait pandemi dapat dimitigasi oleh kumpulan kredit perorangan yang terdiversifikasi dan rekening cadangan yang cukup untuk menutupi setidaknya tiga bulan pembayaran bunga dan biaya senior," ujar Analis Pefindo, Kreshna Dwinanta Armand di Jakarta, Kamis (7/1/2021).

(Baca juga: Tertarik Beli Apartemen, Hitung Dulu Cicilan KPA Idealnya )

Selain itu, dukungan kredit dalam bentuk rekening cadangan tambahan juga telah disiapkan untuk mengantisipasi penurunan lebih lanjut atas dampak pandemi yang berkepanjangan, serta untuk menjaga profil kredit agar sesuai dengan peringkat yang saat ini sudah diberikan.

"Kami akan terus waspada atas dampak pandemi terhadap kumpulan KPR yang disekuritisasi, skenario arus kas yang memungkin terjadi, dan kemampuan struktur EBA-SP untuk memenuhi kewajiban keuangan secara penuh dan tepat waktu kepada pemegang efek," katanya.

Skema surat partisipasi (SP) tersebut memiliki porsi kelas A sebesar-besarnya 91,4% dari total kumpulan aset yang disekuritisasi. Peringkat didasarkan pada kumpulan aset final yang memenuhi kriteria senilai Rp631 miliar.

(Baca juga: Mendominasi, Market Share Aset Bank Himbara Capai 41,59% )

Peringkat tersebut cerminan profil yang kuat dari aset yang disekuritisasi dengan rasio utang terhadap nilai jaminan (loan to value atau LTV) dan nilai pinjaman awal yang rendah, profil kuat dari penyedia jasa (servicer), dan adanya penguat kredit (credit enhancement) dalam bentuk EBA Kelas B, excess spread, dan cadangan likuiditas.

Peringkat tersebut dibatasi oleh eksposur debitur dengan kolektibilitas tidak lancar dan tidak berpenghasilan tetap pada kumpulan kredit kepemilikan rumah, dan rasio utang terhadap penghasilan (debt-to-income /DTI) yang di bawah rata-rata.

Kredit EBA-SP SMF-BTN06 bisa saja mengalami pemburukan akibat pandemi Covid-19. Khususnya bila ada pelemahan kemampuan debitur KPR dalam memenuhi kewajiban keuangannya. Skema relaksasi melalui POJK 11/POJK.03/2020 dapat memberi tekanan arus kas dari kumpulan KPR yang disekuritisasi, dan, jika tidak dikelola dengan baik, hal ini dapat meningkatkan risiko likuiditas terhadap kewajiban keuangan, termasuk biaya senior dan pembayaran kupon terhadap pemegang efek.

(Baca juga: Tragis, 5% Warga Tangsel Meninggal Akibat Terpapar COVID-19 )

Bank BTN selaku kreditur awal (originator) akan menjual 7.721 kumpulan kredit kepemilikan rumah (KPR) kepada SMF. Berikutnya SMF akan menggunakan kumpulan KPR tersebut untuk menerbitkan efek beragun aset (EBA) menggunakan skema surat partisipasi (SP). Untuk itu, SMF akan menunjuk PT Bank Mandiri Tbk sebagai wali amanat dan bank kustodian untuk transaksi ini.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BRI KPR Solusi Promo...
BRI KPR Solusi Promo hingga Tenor 20 Tahun dan Bunga Mulai 2,50%, Makin Mudah Punya Properti Impian
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Purbaya Ungkap Administrasi...
Purbaya Ungkap Administrasi di Danantara Hambat Restrukturisasi Utang Whoosh
BP BUMN: KAI Tak Sanggup...
BP BUMN: KAI Tak Sanggup Menanggung Beban Utang Whoosh Sendiri
Rupiah Keok di Rp17.181...
Rupiah Keok di Rp17.181 per Dolar AS, Pengamat Soroti Utang Jatuh Tempo Pemerintah Rp833,96 Triliun
Purbaya Bocorkan Nasib...
Purbaya Bocorkan Nasib Utang Whoosh: Indonesia-China Sama-sama Menderita
Sahabat Lolly Tagih...
Sahabat Lolly Tagih Utang Rp30,8 Juta, Diduga Uang Mengalir ke Vadel Badjideh
PBB Hampir Kolaps, AS...
PBB Hampir Kolaps, AS Janji Segera Bayar Tunggakan Iuran Rp33,6 Triliun
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Rekomendasi
Perjuangan Ayu Ting...
Perjuangan Ayu Ting Ting Demi War Tiket BTS, Sampai Buka Dua HP Bareng Vicky Shu
ARMY Syok! Harga Hotel...
ARMY Syok! Harga Hotel di Busan Naik hingga 10 Kali Lipat Jelang Konser BTS
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
Berita Terkini
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved