Duit Kartu Prakerja yang Keluar Lewat OVO Sebesar Rp3,4 Triliun
Sabtu, 09 Januari 2021 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu peserta program pra kerja yang menggunakan OVO adalah Relawan Komunitas Tasawuf Underground, Aan Sujana (26). Setiap hari, ia membantu mantan anak jalanan dan punk belajar mengaji, dimulai dari Iqro. Pada saat yang sama, Aan mencoba mendaftar program Kartu Prakerja. Aan tidak menyangka, percobaannya berhasil.
Setelah lolos menjadi peserta, ia mengambil kursus desain dan fotografi. Dengan ilmu baru, ia berani mendaftar pekerjaan sebagai konsultan kegiatan masyarakat di Kota Medan dan diterima. Keberhasilan Aan dalam mengikuti program Prakerja mendorong anggota komunitas lain untuk mengikuti program Prakerja.
Menurut Survei Angkatan kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2020 menunjukkan bahwa 88,92% peserta Program Kartu Prakerja menyatakan terdapat peningkatan keterampilan yang dirasakan setelah mengikuti program. Sementara hasil survei manajemen pelaksana Kartu Prakerja menunjukkan bahwa lebih dari 83% peserta menyatakan telah meningkat keterampilan kerjanya baik skilling (kemampuan), reskilling (kemampuan baru), dan upskilling (peningkatan kemampuan). ( Baca juga:Jalur Pantura Gresik Terendam Banjir, Drainase Minim dan Mampet )
Program ini juga telah berhasil mencapai target kepesertaan 100%, yaitu 5,6 juta orang dari 43 juta orang yang mendaftar. Karenanya, program ini harus terus dilanjutkan agar para pencari kerja dapat terus berkarya meskipun di masa pandemi.
Setelah lolos menjadi peserta, ia mengambil kursus desain dan fotografi. Dengan ilmu baru, ia berani mendaftar pekerjaan sebagai konsultan kegiatan masyarakat di Kota Medan dan diterima. Keberhasilan Aan dalam mengikuti program Prakerja mendorong anggota komunitas lain untuk mengikuti program Prakerja.
Menurut Survei Angkatan kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2020 menunjukkan bahwa 88,92% peserta Program Kartu Prakerja menyatakan terdapat peningkatan keterampilan yang dirasakan setelah mengikuti program. Sementara hasil survei manajemen pelaksana Kartu Prakerja menunjukkan bahwa lebih dari 83% peserta menyatakan telah meningkat keterampilan kerjanya baik skilling (kemampuan), reskilling (kemampuan baru), dan upskilling (peningkatan kemampuan). ( Baca juga:Jalur Pantura Gresik Terendam Banjir, Drainase Minim dan Mampet )
Program ini juga telah berhasil mencapai target kepesertaan 100%, yaitu 5,6 juta orang dari 43 juta orang yang mendaftar. Karenanya, program ini harus terus dilanjutkan agar para pencari kerja dapat terus berkarya meskipun di masa pandemi.
(uka)
Lihat Juga :