Ekspansi ke Asia Pasifik, upGrad Angkat Zubin Gandevia Sebagai CEO APAC

Jum'at, 15 Januari 2021 - 00:38 WIB
loading...
Ekspansi ke Asia Pasifik,...
Chief Executive Officer, upGrad APAC Zubin Gandevia. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Perusahaan pendidikan tinggi daring (online) terbesar di India upGrad menunjukkan komitmennya untuk membangun operasi ke seluruh Asia Pasifik dengan menunjuk mantan pimpinan Disney, Zubin Gandevia, sebagai CEO Asia Pasifik (APAC).

Zubin sebelumnya menjabat sebagai Presiden di Fox Network Group Asia (bagian dari Walt Disney Co.) untuk Asia Pasifik dan Timur Tengah, dan menjadi salah satu sosok profesional yang dihormati di industri entertainment. Selama memimpin FOX, Zubin berhasil membawa grup media tersebut menjadi jaringan TV berbayar nomor satu di Asia, dan meraih posisi sebagai media terkemuka di lebih dari 30 negara.

Di tengah perkembangan industri entertainment yang begitu agresif, kepiawaian Zubin dalam mengantisipasi kebutuhan konsumen, menjadi terdepan dalam inovasi digital, dan membangun kemitraan strategis ampuh menghasilkan peningkatan pangsa pasar yang sangat signifikan bagi FOX.

Bukan hanya itu saja, di bawah kepemimpinan Zubin, FOX menjadi pelopor berbagai produk dan jasa di industry entertainment di pasar Asia Pasifik, termasuk peluncuran high definition (HD), hiburan on-demand, serta aplikasi direct-to-consumer FOX+ sejak diambil alih oleh Disney+.

Baca Juga : Menanti Merger Gojek dan Tokopedia

Sebelum menjadi Presiden FOX Asia Pasifik dan Timur Tengah, Zubin menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) dan memimpin proses merger dengan Star dan akuisisi ESPN Star Sports. Zubin bergabung dengan FOX dari Star TV Network, dimana dia mendirikan dan mengembangkan National Geographic Channel.

Semangat kewirausahaan yang terpupuk sejak bangku kuliah yang mendorong Zubin menjadi salah satu pendiri jaringan kabel pertama di India, yang kemudian menjadi perusahaan penyedia layanan kabel terbesar di India Hathway.

Menyambut bergabungnya Zubin dengan upGrad, Ronnie Screwvala, Co-Founder & Chairman upGrad, mengatakan, Zubin memiliki rekam jejak yang sangat cemerlang dalam memulai dan mengembangkan bisnis hingga berhasil, dan dirinya tidak sabar menyaksikan kepiawaiannya di upGrad.

“Setelah berhasil membangun perusahaan EdTech terpercaya di India, kini kami siap memperluas jangkauan agar kami bisa memberikan dukungan bagi lebih banyak orang dalam membangun karir untuk masa depan mereka, dan Zubin merupakan orang yang tepat untuk membantu upGrad mewujudkan keinginan ini,” kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Menurutnya, Zubin memiliki kepakaran bisnis dan juga seorang ‘change maker’ dengan passion untuk ‘lifelong learning’, dan ini selaras dengan nilai-nilai yang dianut oleh upGrad. Latar belakangnya dalam membangun kemitraan strategis dan minatnya terhadap konten digital yang kuat akan menjadi akselerator utama ekspansi perseroan di Asia.

“Saya tidak sabar untuk mulai bekerja bersama Zubin dalam mewujudkan visi kami menjangkau satu miliar orang melalui upGrad,” jelasnya.

Zubin akan memimpin rencana ekspansi upGrad di seluruh Asia Pasifik dalam upaya meningkatkan kualitas keterampilan para profesional dan menjawab tantangan yang dihadapi oleh banyak negara di kawasan ini. Melalui kemitraan dengan pemerintah, universitas, dan perusahaan, upGrad akan meluncurkan program-program online yang disesuaikan dengan konten lokal guna membantu perkembangan karir ribuan orang, seiring dengan upaya negara-negara di kawasan ini untuk maju di era digital dan industri 4.0 dalam mengatasi meningkatnya tingkat pengangguran.

Baca Juga : Masuk Fase Ekspansif, Menperin Optimistis Industri Manufaktur Terus Menggeliat

Chief Executive Officer, upGrad APAC Zubin Gandevia menambahkan sebagaimana diprediksi oleh World Economic Forum (WEF), sekitar 85 juta orang akan kehilangan pekerjaan pada tahun 2025. Sementara itu, pada waktu yang bersamaan, 97 juta pekerjaan baru yang membutuhkan keterampilan yang sangat berbeda akan diciptakan.

“Jika kita tidak sanggup memperbarui keterampilan orang dengan cepat dan dalam skala besar, jutaan orang berpotensi akan kehilangan pekerjaan. Oleh karena itu, dibutuhkan teknologi dan pendekatan baru dalam kemitraan antara pemerintah, industri, dan akademisi, jika kita ingin menjawab tantangan ini secara langsung, serta mengubah hidup jutaan orang menjadi lebih baik,” katanya.

Dia mengaku senang menjadi bagian dari perubahan ini, dengan membantu menciptakan manfaat bagi masyarakat dengan cara memberikan kemudahan dalam mempelajari keterampilan baru di tengah kesibukan mereka bekerja.

“Hal yang paling menarik dari upGrad bagi saya adalah pendekatan kewirausahaan perusahaan dan pengabdian luar biasa dalam membuat pengalaman belajar yang lebih kreatif, terhubung, interaktif, dan imersif – sama halnya di dunia entertainment,” tambah Zubin.
(her)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
Perluas Jangkauan Layanan...
Perluas Jangkauan Layanan TIC, Sucofindo Resmikan Kantor Pemasaran di Aceh
KTM Solutions Tekankan...
KTM Solutions Tekankan Peran Penting SDM dalam Mendorong Ekspansi Bisnis
Buka Cabang Semarang,...
Buka Cabang Semarang, Linktown Bidik Penjualan Rp500 Miliar per Tahun di Jateng
Watsons Apotek Bintaro...
Watsons Apotek Bintaro Sektor 9 Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Health & Beauty Retail di Indonesia
Qavah Group Fasilitasi...
Qavah Group Fasilitasi Ekspansi Investor China ke Pasar Indonesia
PT GLI Bantah Giorgio...
PT GLI Bantah Giorgio Antonio CEO dan Pemilik Perusahaan, Ini Klarifikasi Lengkapnya!
Pakar Militer Ini Sebut...
Pakar Militer Ini Sebut AS Tak Sadari Gelombang Kejut Besar di Asia
Meski Fokus Perang Iran,...
Meski Fokus Perang Iran, AS Tak Akan Berpaling dari Asia Pasifik
Rekomendasi
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik 
Usia Peserta Miss Indonesia...
Usia Peserta Miss Indonesia Kini 19-25 Tahun, RCTI Cari Kandidat yang Lebih Matang untuk Miss World
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Berita Terkini
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
BPDP dan AKPY Latih...
BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved