BI Ungkap Posisi Utang Luar Negeri Indonesia
Jum'at, 15 Januari 2021 - 10:35 WIB
loading...
foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir November 2020 tercatat sebesar USD416,6 miliar. Utang itu terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar USD206,5 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD210,1 miliar.
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, struktur ULN Indonesia tetap sehat karena didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Alhasil, rasio ULN Indonesia terhadap PDB pada akhir November 2020 sebesar 39,1%.
"Relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 38,8%," kata Erwin di Jakarta, Jumat (15/1/2021).
Dalam menjaga struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. ( Baca juga:Permintaan Dalam Negeri Meningkat, Sektor Konstruksi Membaik )
Saat ini, ULN pemerintah tumbuh meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Posisi ULN pemerintah pada akhir November 2020 tumbuh 2,5% (yoy) menjadi sebesar USD203,7 miliar lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Oktober 2020 sebesar 0,3% (yoy).
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, struktur ULN Indonesia tetap sehat karena didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Alhasil, rasio ULN Indonesia terhadap PDB pada akhir November 2020 sebesar 39,1%.
"Relatif stabil dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 38,8%," kata Erwin di Jakarta, Jumat (15/1/2021).
Dalam menjaga struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. ( Baca juga:Permintaan Dalam Negeri Meningkat, Sektor Konstruksi Membaik )
Saat ini, ULN pemerintah tumbuh meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Posisi ULN pemerintah pada akhir November 2020 tumbuh 2,5% (yoy) menjadi sebesar USD203,7 miliar lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan Oktober 2020 sebesar 0,3% (yoy).
Lihat Juga :