Kilang Pertamina Cilacap Uji Coba Produksi Green Diesel dan Green Avtur

Jum'at, 15 Januari 2021 - 11:38 WIB
loading...
Kilang Pertamina Cilacap...
foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap resmi melakukan uji coba produksi green diesel (D100) dan green avtur. Kedua produk ini berbahan dasar minyak kelapa sawit , sebagai bukti komitmen RU IV memroduksi bahan bakar minyak ramah lingkungan.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina RU IV Cilacap Hatim Ilwan menerangkan, uji coba D100 dimulai 9-16 Januari 2021. "Sedangkan uji coba green avtur sudah dilakukan pada akhir Desember 2020," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (15/1/2021). ( Baca juga:Pertamina Jateng DIY Tetap Amankan Stok BBM LPG dan Perketat Protokol Covid-19 )

Menurut Hatim, D 100 menggunakan material RBDPO (Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil), yaitu minyak sawit yang sudah melalui proses penyulingan untuk menghilangkan asam lemak bebas serta penjernihan untuk menghilangkan warna dan bau. "Sedangkan avtur menggunakan RBDPKO (Refined, Bleached and Deodorized Palm Kernel Oil) atau minyak inti kelapa sawit," jelasnya.

Dengan berbagai sarana dan fasilitas yang sudah disiapkan, Pertamina RU IV direncanakan bisa memroduksi BBM D-100, sebanyak 3MB atau 3.000 barel per hari. ''Uji coba ini akan terus berlangsung hingga siap dan aman digunakan sebagai BBM yang bisa digunakan oleh masyarakat,'' imbuhnya.

Sebelumnya, persiapan sarana dan fasilitas uji coba antara lain dengan menyiapkan sarana penerimaan minyak sawit melalui dermaga Jetty 67 (dermaga) di komplek kilang menuju tanki RBDPO. Dari dermaga, kemudian disiapkan sarana feed stock (tangki) yang dekat dengan lokasi unit pemrosesan di Unit Treated Distillate Hydro Treating (TDHT).

Hatim menuturkan, pengembangan produk D-100 merupakan salah satu bukti komitmen Pertamina mewujudkan produk yang ramah lingkungan, yang bersumber dari energi terbarukan. Pengembangan produk BBM D-100 diharapkan bisa memberikan efek positif yang lebih luas, antara lain bisa menekan impor minyak mentah yang bersumber dari energi fosil. ( Baca juga:Gelang Kaki Palsu, Merpati yang Terbang AS-Australia Batal Dibunuh )

Sedangkan untuk green avtur, lanjut dia, uji coba produk ini untuk memastikan kualitasnya. "Secara komersial produk ini belum akan dijual ke pasar. Apa yang kami lakukan ini sebagai bukti nyata komitmen menjalankan amanat undang-undang, untuk mengoptimalkan produk domestik yang ramah lingkungan, dalam hal ini minyak sawit," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
Desa Energi Berdikari...
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
PHE Catat Produksi Migas...
PHE Catat Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD di 2025, Kuasai 65% Lifting Minyak RI
Dorong Ekosistem Digital...
Dorong Ekosistem Digital Energi, Pertamina Patra Niaga Raih Digital Innovation Awards 2026
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
Pertamina Dikabarkan...
Pertamina Dikabarkan Melarang Mobil 1.400cc Diisi Pertalite, Ini Daftar Kendaraanya
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Rekomendasi
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Berita Terkini
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved