Berikut 4 Program Energi Terbarukan di 2021
Jum'at, 15 Januari 2021 - 17:27 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah terus memacu pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dapat berjalan optimal demi mencapai target bauran sebesar 23% pada tahun 2025. Direktur Jenderal EBTKE Dadan Kusdiana memfokuskan pada empat agenda prioritas yang akan dilakukan di tahun 2021.
"Bagaimana mencapai 23% di 2025 secara bertahap harus mulai dipastikan capaiannya di tahun ini dan langkah apa yang akan kita ambil ke depan," kata Dadan di Jakarta, Jumat (15/1/2021).
Baca Juga: Perpres EBT Tak Kunjung Diteken Jokowi, Ini Alasannya
Program pertama yang menjadi perhatiaan adalah keberlangsungan mandatori B30 dengan mewajibkan pencampuran 30% biodiesel dengan 70% bahan bakar minyak jenis solar. "Kita sedang menyiapkan pemanfaatan biofuelnya," jelas Dadan.
Dadan mengakui penyerapan B30 di tahun 2020 sempat mengalami penurunan sebesar 12% dari alokasi yang ditetapkan sebesar USD9,55 juta KL menjadi USD8,4 juta kilo liter (KL). "Kita udah siap dari sisi porduksi, logistik, dan transportasi, tapi karena pandemi covid-19 dari sisi konsumsi berkurang," terangnya.
Di tahun 2021, penyerapan biodiesel ditargetkan mencapai 9,2 juta KL. "Ini suplai dari 10 perusahaan BBN (bahan bakar nabati) dan disalurkan 20 perusahaan BBN," ungkap Dadan.
Selanjutnya yang menjadi fokus Dadan adalah co-firing biomass. Program ini merupakan metode memanfaatkan biomassa sebagai subtitusi atau campuran batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
"Bagaimana mencapai 23% di 2025 secara bertahap harus mulai dipastikan capaiannya di tahun ini dan langkah apa yang akan kita ambil ke depan," kata Dadan di Jakarta, Jumat (15/1/2021).
Baca Juga: Perpres EBT Tak Kunjung Diteken Jokowi, Ini Alasannya
Program pertama yang menjadi perhatiaan adalah keberlangsungan mandatori B30 dengan mewajibkan pencampuran 30% biodiesel dengan 70% bahan bakar minyak jenis solar. "Kita sedang menyiapkan pemanfaatan biofuelnya," jelas Dadan.
Dadan mengakui penyerapan B30 di tahun 2020 sempat mengalami penurunan sebesar 12% dari alokasi yang ditetapkan sebesar USD9,55 juta KL menjadi USD8,4 juta kilo liter (KL). "Kita udah siap dari sisi porduksi, logistik, dan transportasi, tapi karena pandemi covid-19 dari sisi konsumsi berkurang," terangnya.
Di tahun 2021, penyerapan biodiesel ditargetkan mencapai 9,2 juta KL. "Ini suplai dari 10 perusahaan BBN (bahan bakar nabati) dan disalurkan 20 perusahaan BBN," ungkap Dadan.
Selanjutnya yang menjadi fokus Dadan adalah co-firing biomass. Program ini merupakan metode memanfaatkan biomassa sebagai subtitusi atau campuran batubara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Lihat Juga :