Beli Vale, Inalum Terbitkan Global Bond Rp37,5 Triliun
Jum'at, 15 Mei 2020 - 13:51 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai informasi, surat utang global tersbeut diterbitkan pada Selasa (12/5) dengan kisaran kupon 4,75-5,80%. Adapun surat utang tersebut terdiri dari tiga seri dengan tenor yakni USD1 miliar dengan tingkat kupon sebesar 4,75% dan tenor hingga 2025, lalu USD1 miliar dengan tingkat kupon sebesar 5,45% dan tenor hingga 2030; USD500 juta dengan tingkat kupon sebesar 5,8% dan tenor hingga 2050.
Sedangkan obligasi tersebut dipasarkan di Singapura, Hong Kong, London, dan New York. Dalam penawarannya, surat utang ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 6,4 kali.
Selain akuisisi, penerbitan surat utang tersbeut akan digunakan perusahaan untuk pembelian kembali (buyback) sebagian dari obligasi senilai USD4 miliar yang diterbitkan oleh perusahaan pada 2018. Surat utang yang dimaksud memiliki tingkat bunga senilai 5,23% untuk nominal USD1 miliar yang akan jatuh tempo tahun depan dan 5,71% senilai USD1 miliar yang jatuh tempo pada 2021. Tidak hanya itu penerbitan surat utang global tersebut juga akan digunakan untuk membayar utang anak usaha.
"Kita membayar utang anak usaha yang memang patut dibayar. Kalau bunganya memang mahal kita akan bantu bayar tapi kalau bunga murah kita nggak bayar. Dan kita bayar untuk bunga mahal dan tenor yang sudah mendesak. Kita pertimbangkan melakukan pembayaran," ungkap Orias.
Sedangkan obligasi tersebut dipasarkan di Singapura, Hong Kong, London, dan New York. Dalam penawarannya, surat utang ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 6,4 kali.
Selain akuisisi, penerbitan surat utang tersbeut akan digunakan perusahaan untuk pembelian kembali (buyback) sebagian dari obligasi senilai USD4 miliar yang diterbitkan oleh perusahaan pada 2018. Surat utang yang dimaksud memiliki tingkat bunga senilai 5,23% untuk nominal USD1 miliar yang akan jatuh tempo tahun depan dan 5,71% senilai USD1 miliar yang jatuh tempo pada 2021. Tidak hanya itu penerbitan surat utang global tersebut juga akan digunakan untuk membayar utang anak usaha.
"Kita membayar utang anak usaha yang memang patut dibayar. Kalau bunganya memang mahal kita akan bantu bayar tapi kalau bunga murah kita nggak bayar. Dan kita bayar untuk bunga mahal dan tenor yang sudah mendesak. Kita pertimbangkan melakukan pembayaran," ungkap Orias.
(fai)
Lihat Juga :