Erick Thohir Sebut Mobil Listrik Akan Menggerus Bisnis Pertamina

loading...
Erick Thohir Sebut Mobil Listrik Akan Menggerus Bisnis Pertamina
foto/ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah mengungkap keberadaan mobil listrik di Indonesia akan mengerus posisi bisnis PT Pertamina (Persero) di sektor minyak bumi. Proyeksi itu akan terjadi 20 tahun mendatang.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut sebanyak 80% mayarakat akan beralih ke mobil listrik. Bahkan, untuk menambah daya mobil, mereka akan memilih mengisinya di rumah masing-masing. Dengan begitu, stok minyak di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) akan tergerus. ( Baca juga:Serapan Anggaran Kementerian BUMN Capai 97,65 Persen )

"EV battery (electric vehicle) itu akan juga berdampak terhadap bisnis Pertamina, seperti pom bensin. 20 tahun yang akan datang ketika semua memakai mobil listrik yang harganya lebih murah, tentu orang banyak charging di rumah, tidak lagi di pom bensin. Nah 80% itu akan melakukan itu," ujar Erick, Kamis (21/1/2021).

Untuk mengantisipasi hal itu, Kementerian BUMM akan mengambil sejumlah langkah startegis jangka panjang ke depannya. "Pom bensin mau tidak mau akan terdampak, makanya kita melakukan juga strategi jangka panjang untuk masing-masing BUMN," kata dia.



Dalam pembuatan mobil listrik dan pembangunan pabrik batrei, pemerintah menggandeng perusahaan electric vehicle (EV) battery atau baterai kendaraan listrik asal Korea Selatan (Korsel), LG Energy Solution Ltd (LG). Saat ini pihaknya tengah menyiapkan konsorsium MIND ID yang terdiri dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Pertamina (Persero), dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Sebagian Proyek Strategi Nasional (PSN) nantinya akan berlokasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah, yang sudah ditinjau oleh Presiden Jokowi pada akhir Juni lalu. Kawasan industri seluas 4.300 ha ini merupakan percontohan kerja sama pemerintah dan BUMN dalam menyediakan lahan yang kompetitif dari sisi harga, konektivitas, dan tenaga kerja.

Rencananya, sebagian baterai yang dihasilkan dari proyek ini akan disuplai ke pabrik mobil listrik pertama di Indonesia yang sudah lebih dahulu ada dan dalam waktu dekat akan segera memulai tahap produksi. ( Baca juga:Pasar Mobil China Mulai Tinggalkan Mercedes-Benz, BMW dan Audi )



Pengembangan industri baterai listrik terintegrasi merupakan langkah konkret yang sesuai dengan target Presiden Jokowi untuk mendorong transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju 2045. Hilirisasi pertambangan adalah salah satu wujud transformasi tersebut.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top