Cerita Bahlil Soal 'Abu Nawas' yang Bikin Pengusaha Keki
Jum'at, 22 Januari 2021 - 03:45 WIB
loading...
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan salah satu penyebab ekonomi Indonesia masih mandek atau belum bisa berkembang. Kepala BKPM Bahlil Lahadia mengatakan, ada hambatan dalam rantai investasi di Indonesia. Dia mengibaratkannya sebagai Abu Nawas yang mengganggu investasi dengan pungli alias pungutan liarnya sehingga bikin pengusaha keki alias kesal.
Baca juga : Harga 'Sultan', Acer Rilis Laptop dengan Porsche Design
"Biaya pungli, macam-macam lah. Bapak-bapak CEO ini pasti tahu. Dulu pengalaman saya masih jadi pengusaha, biaya Abu Nawas paling banyak ini," ujar Bahlil dalam acara yang digelar secara virtual, Kamis (21/1/2021).
(Baca juga: Ngeri! Terungkap Banyak Hantu Berdasi Bikin Investasi Mangkrak Rp708 Triliun )
Kata dia, biaya Abu Nawas itu yang membuat produk yang dihasilkan tidak kompetitif. Pasalnya, perusahaan harus mengeluarkan biaya ekstra dan terpaksa membebankannya ke harga jual.
Baca juga : Harga 'Sultan', Acer Rilis Laptop dengan Porsche Design
"Biaya pungli, macam-macam lah. Bapak-bapak CEO ini pasti tahu. Dulu pengalaman saya masih jadi pengusaha, biaya Abu Nawas paling banyak ini," ujar Bahlil dalam acara yang digelar secara virtual, Kamis (21/1/2021).
(Baca juga: Ngeri! Terungkap Banyak Hantu Berdasi Bikin Investasi Mangkrak Rp708 Triliun )
Kata dia, biaya Abu Nawas itu yang membuat produk yang dihasilkan tidak kompetitif. Pasalnya, perusahaan harus mengeluarkan biaya ekstra dan terpaksa membebankannya ke harga jual.
Lihat Juga :