Pentolan Kebon Sirih Ungkap Jenis Usaha yang Gampang Disentil Kredit Bank

Jum'at, 22 Januari 2021 - 12:00 WIB
loading...
Pentolan Kebon Sirih...
Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan macam-macam usaha yang paling aman untuk diberikan pinjaman di tengah kondisi saat ini. Jenis usaha yang diprioritaskan dinilai berdampak tinggi pada PDB dan transaksi ekspor .

Setidaknya ada beberapa subsektor yang dinilai potensial, yaitu makanan dan minuman, pos dan telekomunikasi, alas kaki, logam dasar, serta tanaman pangan. ( Baca juga:Cetttaaaaaarrrrr! BI Bakal Razia Suku Bunga Bank )

"Ibarat kata untuk jenis usaha ini tinggal disentil saja langsung gelinding. Usaha ini akan memberi multiplier effect juga ke sektor lainnya. Jadi akan ada sinergi KSSK, perbankan, dan dunia usaha agar jelas peta usaha yang akan dikembangkan," ujar Perry dalam webinar hari ini di Infobank TV.

Selain itu juga disebutkan ada beberapa jenis usaha yang masih butuh insentif. Usaha yang dimaksud adalah kehutanan, furnitur, industri mesin, tambang bijih logam, real estate, perkebunan, dan industri TPT. Jenis usaha ini dikatakannya sedang dirundingkan bersama Menteri Keuangan untuk jenis insentif apa yang dibutuhkan.

"Kami siapkan insentif fiskalnya. Bisa dalam bentuk penjaminan kredit atau penjaminan suku bunga. Ada beberapa paket stimulus yang disiapkan. Termasuk juga dukungan dari BI dan OJK," jelasnya. ( Baca juga:AS Baru Mendakwa Hambali Cs setelah Dipenjara Hampir 18 Tahun )

Di tengah kondisi pandemi Covid19 ini persepsi risiko dari perbankan masih menjadi kendala dalam peningkatan kinerja penyaluran kredit dan melemahkan upaya pemulihan ekonomi nasional. Karena kinerja pertumbuhan kredit perbankan terkontraksi sangat dalam pada tahun lalu yakni -2,41% dibandingkan tahun sebelumnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved