Cetttaaaaaarrrrr! BI Bakal Razia Suku Bunga Bank

Jum'at, 22 Januari 2021 - 10:37 WIB
loading...
Cetttaaaaaarrrrr! BI...
Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersiap melakukan razia suku bunga di setiap bank dalam bentuk assessment suku bunga dasar kredit (SBDK). Tujuannya agar ada transparansi suku bunga perbankan. Karena saat ini kondisi likuiditas sangat tinggi namun bank tidak juga menurunkan suku bunganya. ( Baca juga:BI Sebut Penurunan Suku Bunga Kredit Akan Berlanjut )

"Kami akan melihat SBDK bank-bank itu seperti apa? Untuk setiap jenis SBDK, baik untuk konsumsi, modal kerja, dan lainnya. Trennya naik atau menurun," ujar Perry hari ini (22/1) dalam webinar di Infobank TV.

Dalam penilaian tersebut BI akan melihat spread suku bunga atau selisih antara SBDK dibandingkan suku bunga acuan BI dan juga dari suku bunga deposito yang menggambarkan cost of fund perbankan. "Ini akan kami analisis lalu disampaikan ke masyarakat," katanya.

Bank Indonesia setidaknya telah menginjeksi likuditas (quantitative easing/QE) kepada perbankan sebesar Rp726,57 triliun sepanjang 2020. Injeksi likuiditas itu terdiri dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) dan ekspansi moneter bank sentral. ( Baca juga:Habib Rizieq Masih Sakit di Rutan Bareskrim, Pengacara: Mohon Doanya )

Namun Perry mengeluhkan, meskipun BI telah menyuntikkan likuiditas sangat tinggi ke sistem keuangan namun masalahnya bank-bank belum menurunkan suku bunganya. "Suku bunga acuan sudah sangat rendah tapi kredit bank belum turun. Kondisi likuiditas bank sangat longgar tapi jangan dananya mutar lagi di pasar keuangan. Harusnya ke sektor riil," ujarnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
Rupiah Ditutup Melemah,...
Rupiah Ditutup Melemah, Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS
Dana Pemerintah Rp281...
Dana Pemerintah Rp281 Triliun Dijamin Parkir di Bank BUMN hingga Desember 2026
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Rekomendasi
Pendaftaran Calon Bintara...
Pendaftaran Calon Bintara PK Pria TNI AL 2026 Kembali Dibuka, Lulusan SMA-D3 Bisa Daftar
Mesin Diesel dan Bensin...
Mesin Diesel dan Bensin Toyota Kini Jadi Alat Peraga di Dua SMK Lombok, Ini Alasannya
Piche Kota Bersyukur...
Piche Kota Bersyukur Status Tersangka Gugur, Tetap Kooperatif di Sidang
Berita Terkini
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Kinerja Tumbuh Positif,...
Kinerja Tumbuh Positif, ASABRI Bukukan Kenaikan Aset 12,23% di 2025
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved