Pedagang Mogok Kegencet Harga Daging Sapi, KPPU Masih Woles Aja!

Jum'at, 22 Januari 2021 - 12:48 WIB
loading...
Pedagang Mogok Kegencet...
Ilustrasi daging sapi. FOTO/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Kenaikan harga daging dan sapi hidup dari Australia mengakibatkan kenaikan harga dari daging impor di dalam negeri. Alhasil, para pedagang daging sapi sempat melakukan aksi mogok berjualan.

Lantas apakah kenaikan harga daging disebabkan oleh adanya permainan dari para spekulan seperti di 2016?

Terkait hal itu, Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Guntur Saragih mengatakan pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran terhadap kenaikan harga daging, karena belum melakukan penelitian. Pasalnya kenaikan daging hanya terjadi di Jabodetabek

"Selama ini kami belum sampai masuk tahap penelitian maka belum ada pelanggaran. Jadi ini masih terus kita lihat kenaikan harga daging ini. Apakah kenaikan ini karena adanya persaingan usaha," ujar dia di Jakarta, Jumat (22/1/2021).

Baca Juga: Pedagang Gelar Aksi Mogok, Daging Sapi Langka di Bekasi

Kemudian, lanjut dia, kenaikan harga daging itu karena berapa hal. Seperti pasarnya memang harga suplainya mahal dan bisa juga karena ada kondisi suatu hal ini. "Kita pantau harga daging ini. Tapi kita belum sampai pada penelitian," tandas dia.

Dia juga menambahkan, kenaikan daging di 2021 ini, berbeda dengan pelanggaran persaingan usaha di 2016. Pasalnya di 2021 karena banyak faktor lain. "Kami belum bisa menyimpulkan apakah kenaikan ini karena persaingan usaha," tandas dia.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan bakal menerbitkan izin impor sapi . Hal ini diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Asnawi. Impor daging sapi dilakukan untuk menstabilkan harga yang mahal pada rumah pemotongan hewan.

Baca Juga: Pedagang Daging Sapi Mogok, Penjual Bakso di Jakarta Gelisah

"Dalam stabilisasi harga dan kecukupan ketersediaan sapi siap potong, pemerintah dalam waktu dekat melalui Kementerian Perdagangan akan melakukan pemberian izin kepada para importir untuk melakukan impor sapi dari negara Meksiko dan sapi Slaugther dari Australia," katanya dalam keterangan tertulis.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Inflasi Maret 2026 Sentuh...
Inflasi Maret 2026 Sentuh 0,41%, BPS Sebut Terkendali
Jaga Harga Usai Lebaran,...
Jaga Harga Usai Lebaran, 100 Ribu Bantuan Pangan Disalurkan
H-2 Lebaran, Harga Bahan...
H-2 Lebaran, Harga Bahan Pangan Meroket: Cabai Rawit Merah Rp131.000 per Kg, Daging Rp168.650
Mentan Amran Waswas,...
Mentan Amran Waswas, Perang Iran vs AS-Israel Picu Kenaikan Harga Pangan
Terima Laporan Harga...
Terima Laporan Harga Pangan Naik, Amran Turun Langsung ke Pasar Kebayoran
Daging Kurban Ternyata...
Daging Kurban Ternyata Setara Whey Protein, Bisa Tingkatkan Massa Otot
Ini Cara Simpan Daging...
Ini Cara Simpan Daging Kurban agar Tidak Alot, Jangan Langsung Masuk Freezer!
Diskriminasi Menahun:...
Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau
Rekomendasi
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Berita Terkini
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved