Sinergikan Inovasi dan Operasi, PHM Optimalkan Biaya Produksi Lewat Proyek Locomotive-8
Sabtu, 23 Januari 2021 - 15:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: GM PHM: Tantangan Kian Berat, Kami Tetap Optimistis
PHM memproyeksikan produksi dalam WP&B 2021 sebanyak 485 MMScfd gas serta minyak dan kondensat 22 Kblpd. Produksi minyak berasal dari dua lapangan, yaitu Bekapai dan Handil. Sedangkan gas berasal dari lapangan-lapangan yang menghasilkan gas yakni Tunu, Peciko, Sisi Nubi, dan South Mahakam.
Untuk mencapai target tersebut, PHM mengalokasikan belanja modal (Capital Expenditures/Capex) tahun ini sebesar USD269 juta, naik dibandingkan realisasi capex 2020 yang tercatat USD171 juta. Sedangkan belanja operasi (Operating Expenditures/Opex) sebesar USD884 juta, naik dibandingkan realisasi 2020 sebesar USD738 juta.
Agus optimistis WK Mahakam masih memiliki cadangan dan sumber daya yang signifikan untuk berproduksi sampai akhir masa kontrak. Namun, sebagai mature asset yang sudah berproduksi hampir setengah abad, dibutuhkan effort lebih besar dalam mengembangkan dan memproduksi cadangan dan sumber daya tersebut dan keekonomiannya juga marginal.
"Tantangan eksternal paling besar saat ini adalah outlook harga migas yang masih relatif rendah dan kondisi pertumbuhan ekonomi setelah pandemi COVID-19, dan tantangan eksternal yang berikutnya terkait dengan peraturan dan proses perizinan yang lebih ketat," ujarnya.
PHM memproyeksikan produksi dalam WP&B 2021 sebanyak 485 MMScfd gas serta minyak dan kondensat 22 Kblpd. Produksi minyak berasal dari dua lapangan, yaitu Bekapai dan Handil. Sedangkan gas berasal dari lapangan-lapangan yang menghasilkan gas yakni Tunu, Peciko, Sisi Nubi, dan South Mahakam.
Untuk mencapai target tersebut, PHM mengalokasikan belanja modal (Capital Expenditures/Capex) tahun ini sebesar USD269 juta, naik dibandingkan realisasi capex 2020 yang tercatat USD171 juta. Sedangkan belanja operasi (Operating Expenditures/Opex) sebesar USD884 juta, naik dibandingkan realisasi 2020 sebesar USD738 juta.
Agus optimistis WK Mahakam masih memiliki cadangan dan sumber daya yang signifikan untuk berproduksi sampai akhir masa kontrak. Namun, sebagai mature asset yang sudah berproduksi hampir setengah abad, dibutuhkan effort lebih besar dalam mengembangkan dan memproduksi cadangan dan sumber daya tersebut dan keekonomiannya juga marginal.
"Tantangan eksternal paling besar saat ini adalah outlook harga migas yang masih relatif rendah dan kondisi pertumbuhan ekonomi setelah pandemi COVID-19, dan tantangan eksternal yang berikutnya terkait dengan peraturan dan proses perizinan yang lebih ketat," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :