Gara-gara Corona, Konsumsi Gas PGN Berpotensi Turun 31,59 BBTUD Tahun Ini

Jum'at, 17 April 2020 - 14:27 WIB
loading...
Gara-gara Corona, Konsumsi...
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. atau PGN turut terdampak pandemi Covid-19, dimana berdasarkan laporan perusahaan konsumsi gas sepanjang 2020 diproyeksikan turun hingga 31,59 BBTUD. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. atau PGN turut terdampak pandemi Covid-19. Berdasarkan laporan perusahaan, konsumsi gas sepanjang 2020 diproyeksikan turun hingga 31,59 BBTUD.

"Penurunan tersebut disebabkan karena hampir semua sektor industri mengalami penurunan volume," ujar Direktur Utama PGN Gigih Prakoso, di Jakarta, Jumat (17/4/2020).

Menurut dia penurunan permintaan gas tersebut disebabkan karena kendala yang di alami industri antara lain keterlambatan produksi akibat terkendala bahan baku impor sehingga berimbas pada penurunan produksi. Selain itu, kegiatan ekspor industri semakin tertekan karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Pihaknya memproyeksikan penurunan total permintaan gas pada triwulan dua tahun ini mencapai 15% atau 68,6 BBTUD dibandingkan triwulan pertama. Adapun penurunan volume terbesar akan terjadi di sektor petrokimia sebesar 12 BBTUD, makanan dan minuman 10 BBTUD. Sedangkan di sektor ritel diperkirakan turun 18,66 BBTUD, korporasi 10 BBTUD dan calon pelanggan baru sekitar 3 BBTUD.

"Puncak penurunan akan terjadi sekitar bulan Mei, Juni dan Juli. Di mana penurunan pelanggan ritel mencapai 40 BBTUD. Sedangkan korporasi puncaknya akan terjadi bulan April sampai Mei mencapai 60 BBTUD," kata dia.

Guna memitigasi dampak Covid-19 terhadap penjualan gas PGN, imbuhnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk menghadapi pandemi. "Sejumlah upaya dilakukan seperti action plan terhadap turunnya level permintaan take or pay kepada pemasok gas untuk mengantisipasi dampak di sisi hilir," terangnya.
(ant)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Blok Masela Jadi Solusi,...
Blok Masela Jadi Solusi, Purbaya Dorong Gas Murah buat Industri
Kadin: Gas Jadi Penopang...
Kadin: Gas Jadi Penopang Hilirisasi Industri Strategis
Gas Bumi Mengalir di...
Gas Bumi Mengalir di Raindear Coffee, Sajikan Aneka Hidangan Mengenyangkan dengan Cita Rasa Premium yang Konsisten
PGN Salurkan Gas Bumi...
PGN Salurkan Gas Bumi ke Wisma Atlet, Hadirkan Energi Bersih di Kawasan Rusun Jakarta
Pasokan Minim, Kadin...
Pasokan Minim, Kadin Desak Pemerintah Buka Keran Impor Gas Industri
Pengusaha Mamin Ingin...
Pengusaha Mamin Ingin Kepastian Pasokan Gas bagi Industri
KPK Selidiki Korupsi...
KPK Selidiki Korupsi Jual Beli Gas PGN-IAE, Ditaksir Rugikan Negara Rp252 Miliar
Rampung Diperiksa KPK,...
Rampung Diperiksa KPK, 2 Eks Dirut Pertamina Irit Bicara
Atasi Krisis Energi...
Atasi Krisis Energi Gas dengan Inovasi Pemurnian Tembaga
Rekomendasi
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Profil Julian Quinones,...
Profil Julian Quinones, Pencetak Gol Pertama di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved